Konsumsi Banyak Serat Turunkan Risiko Diabetes, Stroke dan Penyakit Jantung


Berita Lansia - Sekitar 95 persen orang tidak mendapatkan cukup serat. Bagaimana cara meningkatkan serat dalam makanan agar kebutuhan serat tercukupi? 

2024-05-23 21:15:06

Geriatri.id - Sekitar 95 persen orang tidak mendapatkan cukup serat. Bagaimana cara meningkatkan serat dalam makanan agar kebutuhan serat tercukupi? 

Profesor Spector, pendiri aplikasi kesehatan Zoe memiliki jawabannya. Dia menekankan tambahan sedikit serat bisa berdampak besar. 

“Kita akan membutuhkan lebih banyak serat di Amerika dan Inggris. Sekitar 90 - 95% dari kita kekurangan serat. Dan kita tahu ini sangat penting tidak hanya untuk kesehatan usus, tapi juga kesehatan jantung. Hanya lima gram tambahan serat telah terbukti mengurangi risiko kematian dini sebesar 14%,” ujarnya di akun Instagramnya @tim.spector. 

Menurut dia, untuk mendapatkan tambahan serat bisa diperoleh dari mengonsumsi buah yang ditambahkan pada makanan saat sarapan. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Jadi Anda punya mangkuk. Masing-masing memiliki lima gram hanya dalam pasta gandum utuh di sini. Jenis buah beri apa pun, terutama raspberry memiliki lima gram (serat). Lalu pir memiliki enam gram serat, lebih banyak dibanding pisang. Alpukat, setengah buah alpukat saja, enam gram, begitu juga dengan tempe kedelai fermentasi teman baik saya," jelasnya.

“Dan Anda bisa mengirisnya menjadi potongan kecil dan bahkan sepotong kecil roti gandum hitam mengandung empat gram (serat). Jadi satukan semua. Anda akan mendapatkan sekitar 40 gram serat. Ini beberapa tips yang sangat sederhana, cara murah untuk meningkatkan serat dalam makanan dan meningkatkan kesehatan serta kesehatan usus Anda,” tambahnya. 


Profesor Spector menyarankan untuk mencukupi kebuthan serat sekitar 30 gram per hari.

“Kurangnya serat dalam pola makan modern dianggap sebagai penyebab penipisan mikrobioma usus manusia dan peningkatan penyakit terkait. Penelitian mengaitkan makan lebih banyak serat dengan penurunan risiko diabetes, stroke, penyakit jantung, dan berbagai jenis kanker," katanya. 

Tinjauan terbaru dari WHO menemukan tambahan 5 gram serat setiap hari dapat mengurangi risiko kematian dini sekitar 14%.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dia memberikan contoh makanan dan buah yang mengandung 4-6 gram serat. 

- Pasta gandum utuh - 5g/100 gram

- Raspberry - 5g/100 gram

- 1 buah pir besar - 6 gram

- 1/2 buah alpukat besar - 6 gram

- 100 gram tempe - 6 gram

- 1 potong roti gandum - 4 gram.***

*Ilustrasi - Setengah buah alpukat mengandung 6 gram serat.(Piqsels)

Video Lansia


 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026