Ingin Bahagia di Usia 60-an dan Seterusnya, Tinggalkan 8 Perilaku Ini


Berita Lansia - Ada perbedaan jelas antara sekadar menua dan benar-benar berkembang masa tua. Semuanya bermuara pada kebiasaan yang dilakukan seseorang.

2024-05-22 11:39:46

Geriatri.id - Ada perbedaan jelas antara sekadar menua dan benar-benar berkembang di masa tua. Semuanya bermuara pada kebiasaan yang dilakukan seseorang.

Menerapkan kebiasaan tertentu dapat mendatangkan kegembiraan dan kepuasan di usia 60-an dan seterusnya. Sementara kebiasaan lain dapat membuat seseorang merasa stagnan dan tidak puas.

Ini menarik karena sebenarnya semua dapat dikendalikan. Setiap individu mempunyai kekuatan untuk memilih perilaku yang pada gilirannya membentuk kebahagiaan di masa depan.

Jika ingin menjalani kehidupan terbaik di usia 60-an dan seterusnya, ada beberapa perilaku yang harus ditinggalkan. Berikut 8 hal yang harus ditinggalkan jika ingin menjalani periode terbaik di usia 60-an.  

1. Khawatir dengan pikiran orang lain

Seiring bertambahnya usia, orang cenderung tidak terlalu khawatir terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Namun masih ada yang memikirkan pendapat orang lain tentang mereka.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Perilaku ini bisa menjadi pembunuh kebahagiaan sejati di usia 60-an dan seterusnya. Hal ini dapat menghalangi orang untuk mengejar minat, mengekspresikan diri dengan jujur, dan menjalani hidup sesuai keinginan.

Jadi mari mulai ucapkan selamat tinggal pada perilaku yang menguras energi ini. 

2. Menyimpan dendam

Banyak energi dan kebahagiaan yang dicuri dari dendam.  Membawa dendam hingga usia 60-an atau lebih tidak sebanding dengan hilangnya kebahagiaan. 

Jika ingin menikmati masa tua, inilah saatnya memaafkan dan move on dari luka masa lalu.

3. Mengabaikan kesehatan fisik

Di usia 60 tahun, kebanyakan orang kehilangan sekitar 30% massa otot. Ini bagian alami dari penuaan tetapi bukan berarti harus menerima tanpa perlawanan.

Mengabaikan kesehatan fisik di usia 60-an atau lebih dapat menyebabkan kualitas hidup lebih rendah dan menurunnya kebahagiaan. 

Olahraga teratur, meski hanya berjalan kaki selama 30 menit sehari, dapat meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan kesehatan jantung secara signifikan. 

Selain itu jalan kaki juga meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.

4. Menolak perubahan


Perubahan adalah bagian dari kehidupan. Perlawanan terhadap perubahan bisa sangat menonjol di usia 60-an dan seterusnya. 

Menolak perubahan dapat menyebabkan frustrasi dan ketidakbahagiaan.

Perubahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti karena bisa menjadi sebuah peluang. Kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan mengalami hal-hal baru.

5. Mengabaikan kesejahteraan emosional

Seiring bertambahnya usia, orang sering kali fokus pada menjaga kesehatan fisik, tetapi melupakan kesejahteraan emosional.

Kesehatan fisik dan emosional sama pentingnya bagi kebahagiaan kita secara keseluruhan.

Jadi, jika ingin hidup lebih bahagia di usia 60-an atau lebih, jangan abaikan kesejahteraan emosional. 

Luangkan waktu untuk menyembuhkan luka lama, ungkapkan perasaan dan cari bantuan saat membutuhkannya.

6. Hidup di masa lalu

Dengan terus hidup di masa lalu, orang kehilangan masa kini. Melihat ke belakang dan menghargai kenangan adalah hal yang wajar, namun hidup saat ini juga sama pentingnya. 

Usia 60-an dan seterusnya bisa menjadi saat indah untuk eksplorasi, pertumbuhan, dan kegembiraan jika dijalani sepenuh hati.

Jika ingin meningkatkan kebahagiaan seiring bertambahnya usia, cobalah lebih fokus pada masa kini daripada memikirkan masa lalu. 

7. Menghindari pengalaman baru


Seiring bertambahnya usia, terkadang orang bisa terjebak dalam rutinitas, memilih kenyamanan dan keakraban dibanding hal-hal baru dan petualangan.

Padahal pengalaman baru bermanfaat bagi kesehatan mental. Pengalaman baru menstimulasi otak, menjaganya tetap aktif dan tajam yang membawa rasa kegembiraan.

Kegembiraan dapat menjadi dorongan besar bagi kebahagiaan secara keseluruhan.

Hobi baru, bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi, atau sekadar mengobrol dengan orang asing bisa menjadi pengalaman baru yang memperluas wawasan dan membuat hidup berwarna.

8. Bersikap terlalu keras pada diri sendiri

Seringkali, orang menjadi pengkritik paling keras terhadap dirinya sendiri atas kesalahan masa lalu. Kritik terhadap diri sendiri bisa menjadi penghalang besar menuju kebahagiaan.

Jadi, saat memasuki usia 60-an atau lebih, cobalah untuk melatih rasa kasihan pada diri sendiri. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Maafkan diri sendiri atas kesalahan di masa lalu. Rayakan pencapaian sekecil apapun. Perlakukan diri dengan kebaikan dan pengertian yang sama seperti kepada teman baik.

Kebahagiaan di kemudian hari bukanlah tentang mencapai kesempurnaan. Tetapi tentang menerima diri dengan segala kekurangannya, dan menjalaninya setiap hari dengan kebaikan.***

Video Lansia


 


ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi (14): Ketika Tekanan Darah Tinggi Mengincar Daya Ingat

Musik Lama dan Kenangan Bisa Membuat Lansia Bahagia

Bansos Salah Sasaran, Mensos Siap Bereskan Lewat Data Tunggal BPS

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026