Cegah Dimensia, Jemaah Haji Lansia Jangan Kelelahan dan Dehidrasi


Berita Lansia - Ada jemaah lansia yang mengalami kelupaan saat sedang menunaikan ibadah haji, baik lupa nama, keluarga, atau merasa dirinya masih berada di kampung halaman.

2024-05-21 21:03:33

Geriatri.id - Petugas haji menemukan sejumlah jemaah yang lupa arah jalan pulang. Para lansia itu ditengarai mengalami gejala dimensia yaitu kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang yang umumnya terjadi pada lansia berusia 65 tahun ke atas.

Hal ini dikonfirmasi dengan temuan Tim Media Center Haji (MCH) yang sering menjumpai dan mengantarkan jemaah haji lansia dan disinyalir menderita gejala dimensia.

Kondisi ini sangat memungkinkan mengingat jumlah jemaah lansia pada musim haji tahun ini sekitar 45 ribu orang. 

Kepala Seksi Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Dokter Leksmana Arry Chandra mengungkapkan ada jemaah lansia yang mengalami kelupaan saat sedang menunaikan ibadah haji, baik lupa nama, keluarga, atau merasa dirinya masih berada di kampung halaman.

"Gangguang ini secara umum dipicu dua hal, baik karena faktor sosial atau psikososial maupun faktor pribadi atau psikologis. Selain itu juga dipicu faktor biologis," ujar dokter yang sehari-hari bertugas di Daerah Kerja (Daerah Kerja) Madinah.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Menurut Dokter Lekmana, gangguan jiwa jenis ini juga biasanya dipicu faktor genetik. 

"Mereka sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, kemudian kambuh lagi setibanya di Arab Saudi," katanya dikutip dari laman Kemenag Senin 21 Mei 2024.

Demensia biasanya diikuti gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, disorientasi waktu, dan disorientasi orang-orang di sekitarnya. 

Gejala awalnya seperti mudah lupa, terutama kejadian yang baru saja dialami. Gejala lainnya, sulit mempelajari hal baru, sulit konsentrasi, termasuk sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya.


“Jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif. Misalnya dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi, atau melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia,” jelasnya.

Setelah pasien pulih, lanjut dia, tetap perlu pendampingan. Sebab, demensia sewaktu-waktu bisa muncul terutama akibat  kelelahan dan dehidrasi. 

Bagi jemaah lansia sangat disarankan beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar kegiatan ibadah haji. 

Hal itu dapat memicu kelelahan ataupun terjadi dehidrasi akibat paparan cuaca panas di Arab Saudi.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

“Jemaah Lansia memang masih bisa kita cegah terjadinya demensia. Artinya, perlu mewaspadai gejala dimensia. Jangan sampai menimbulkan gejala disorientasi. Salah satu pencegahannya adalah dengan stimulasi kognitif. Caranya bisa dengan mengajak jemaah haji itu bercerita,” katanya.

“Para pendamping jemaah diimbau selalu mengajak mereka bersosialisasi, berdoa, zikir bersama, kemudian hindari yang bisa menyebabkan jemaah lansia menjadi lelah,” pungkasnya.***

*Ilustrasi - Ibadah haji.(Pixabay)

Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026