Pastikan Kelayakan, Sampel Makanan Dicek Sebelum Disajikan kepada Jemaah Haji


Berita Lansia - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) selalu memeriksa sampel makanan sebelum disajikan kepada jemaah. Misalnya, untuk menu khusus lansia (lanjut usia) harus lebih lunak.

2024-05-18 21:51:59

Geriatri.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) selalu memeriksa sampel makanan sebelum disajikan kepada jemaah. Misalnya, untuk menu khusus lansia (lanjut usia) harus lebih lunak dibandingkan menu jemaah lainnya, sehingga layak dikonsumsi jemaah lansia. 

“Selain itu, proses mencoba sampel makanan ini sangat penting guna memantau higienitas dan kelayakan menu demi menjaga kesehatan jemaah haji,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi usai melakukan pengecekan makanan jemaah haji di Madinah, Jumat 17 Mei 2024.

Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelayakan dan kecukupan nutrisi makanan jemaah haji. 

"Kami memeriksa satu per satu sampel menu makanan yang akan disajikan kepada jemaah haji, mulai dari nasi lengkap dengan lauk pauknya, buah-buahan hingga air mineral yang akan diberikan,” ungkapnya.  

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Jika petugas menganggap tidak layak setelah pemerikasaan sampel, lanjut dia, makanan akan dikembalikan ke pihak perusahaan katering.

Makan yang disajikan untuk jemaah haji dikemas dalam box alumunium foil yang tertutup rapat.

Semua penyedia katering yang sudah bekerjasama dalam penyediaan konsumsi jemaah haji setiap hari sebanyak tiga kali waktu makan (pagi, siang dan malam) akan menyampaikan sampel makanannya ke seksi konsumsi PPIH Daker.

“Tim konsumsi menilai mulai dari rasa, keseimbangan gizi, dan tampilannya. Termasuk juga waktu pengolahan. Menu untuk lansia menjadi perhatian, khususnya kepadatan nasi dan lauknya diuji coba,” katanya.


Ali menambahkan dirinya bersama tim lainnya memeriksa juga ketidaksesuaian tingkat kematangan, rasa, aroma, tekstur dan tampilan. 

Jika tidak memenuhi standar, ada evaluasi tindak lanjut atas kekurangannya. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Misal makanan sampelnya basi atau rusak. Pihak kami akan berkoordinasi dan ada peluang untuk tindak lanjut pemberhentian kerjasama bila ternyata kesalahannya fatal,” pungkasnya.***

Sumber: Kemenag

*Petugas melakukan pengecekan sampel makanan untuk jemaah haji.(Foto: Kemenag)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026