Mewujudkan Lansia Yogyakarta yang Sehat, Bahagia dan Mandiri


Berita Lansia - Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28 di Kota Yogyakarta diisi berbagai kegiatan mulai dari senam bersama sampai penampilan seni tari warga lanjut usia (lansia). 

2024-05-09 23:39:42

Geriatri.id - Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28 di Kota Yogyakarta diisi berbagai kegiatan mulai dari senam bersama sampai penampilan seni tari warga lanjut usia (lansia). 

Selain itu ada kegiatan pemeriksaan kesehatan dan motivasi kesehatan dan keagamaan.

Peringatan HLUN ke-28 mengusung tema mewujudkan lansia sehat, bahagia, mandiri dan bermartabat menuju Yogyakarta Kota Ramah Lansia.

Pemerintah Kota Yogyakarta mengadakan peringatan HLUN ke-28 di Taman Legawong pada Rabu 8 Mei 2024. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Peringatan HLUN ke-28 diikuti sekitar 145 lansia dari unsur Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia Kota Yogyakarta, Komisi Lansia Kemantren dan Kelurahan serta Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia di Kota Yogyakarta. 

Selain senam bersama, Peringatan HLUN kali ini juga dimeriahkan tari edan-edanan yang ditampilkan 10 lansia dari Komisi Lansia, Abiyasa Kelurahan Rejowinangun. 

Menurut salah satu penari edan-edanan, Hariyanto bagian tersulit dari tarian tersebut adalah gerakan bolak balik karena dirinya sudah lansia. 

Namun menari itu, lanjut dia, melatih untuk tidak pikun karena harus mengingat-ingat banyak gerakan.

“Latihannya ini baru tiga kali. Ternyata sangat semangat sekali dan rodo gembroyos (berkeringat) sehat. Memang dalam hal ini kesenian itu ternyata juga menambah imun khususnya bagi lansia. Baik dari gerakannya dan sebagainya dan hubungan silaturahmi semakin baik dan dekat,” ujarnya dikutip dari warta.jogjakota.go.id.


Penampilan lansia dalam senam dan tari membuktikan lansia di Kota Yogyakarta sehat, bahagia dan aktif. Ini sejalan dengan tema peringatan HLUN Kota Yogyakarta tahun 2024. 

“Dengan tema yang diangkat kita berharap semua para lansia di kota Yogyakarta selalu diberi kesehatan, tetap semangat dan bermanfaat untuk lingkungan. Di Kota Yogyakarta, harapan kami akan ramah lansia dan layanan kesehatan untuk lansia juga meningkat,” kata Ketua Komda Lansia Kota Yogyakarta Atik Wulandari.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menyerahkan tumpeng HLUN ke-28 Kota Yogyakarta kepada perwakilan lansia.  

Singgih mengatakan momentum peringatan HLUN ke-28 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga inspirasi bagi semua. 

Angka usia harapan hidup di Kota Yogyakarta, lanjut dia, paling tinggi di Indonesia. 

Itu menunjukkan kehidupan sosial dan ekonomi di Kota Yogyakarta layak menjadi kota ramah lansia karena terbukti lansia berumur panjang, sehat, bahagia dan mandiri. 

Namun dia mengakui berbagai upaya yang dilakukan untuk lansia masih ada kekurangan.

“Bicara kota ramah lansia maka faslitas publik juga harus berpihak kepada lansia. Misalnya di Puskesmas ada ruang tunggu khusus lansia atau tidak. Fasilitas-fasilitas lain seperti rumah sakit dan perkantoran juga harus ramah lansia," jelasnya. 


"Ini yang akan terus kita kejar supaya betul-betul Kota Yogyakarta ini kota yang ramah lansia, sehingga panjenengan (lansia) dalam mengakses fasilitas dan pelayanan publik tidak mendapatkan kesulitan,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan berdasarkan data Dindukcapil Kota Yogyakarta per Desember 2023, jumlah lansia 62.183 jiwa dari total 414,000 jiwa penduduk di Kota Yogyakarta. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Jumlah itu sekitar 15 persen dari total penduduk lansia di Kota Yogyakarta atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sekitar 14 persen. 

“Peringatan ini agenda rutin setiap tahun sebagai bagian dari pemberdayaan sosial. Ini juga salah satunya kita silaturahmi dan diwujudkan seperti dengan senam bersama. Dengan senam semakin sehat dan yang pasti lansia di Kota Yogya akan semakin baik,” kata Tion.***

*Senam bersama pada peringatan HLUN ke-28 Kota Yogyakarta.(Foto: warta.jogjakota.go.id)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026