Tak Hanya Cek Kesehatan, Posyandu Lansia Diminta Sediakan Obat Hipertensi


Berita Lansia - Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia) diminta tidak hanya melakukan pengecekan kesehatan saja, tetapi juga menyediakan obat-obat untuk mengatasi hipertensi.

2024-05-06 22:00:56

Geriatri.id - Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia) diminta tidak hanya melakukan pengecekan kesehatan saja, tetapi juga menyediakan obat-obat untuk mengatasi hipertensi.

Hal itu dismpaikan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Oman Rakinda dikutip dari dprd-dkijakartaprov.go.id, Jumat 3 Mei 2024.

Oman meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) membuat kajian agar lansia bisa mendapatkan obat sesuai kebutuhan di Posyandu RW atau kelurahan. 

Dengan demikian, para lansia tidak perlu pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Pos lansia di banyak RW yang kita kunjungi ada keinginan agar bisa diberikan resep dan obat karena kebanyakan mereka hipertensi. Saya kira perlu ada kajian khusus, karena buat lansia sangat memudahkan bagi yang jaraknya jauh dan kesulitan transportasinya bila harus ke Puskesmas,” ujarnya.

Kajian tersebut, lanjut Oman, agar Dinkes membuat sebuah sistem yang memudahkan para lansia mendapatkan resep obat secara praktis dan tercatat di riwayat sistem kesehatan Puskesmas.

“Kalau kedapatan yang seperti itu akan sangat membantu. Apabila mereka bisa diberikan obat, kemudian dapat diinput menjadi kunjungan ke Puskesmas, ini patut dipertimbangkan,” tandasnya.

Mengenal Posyandu Lansia


Posyandu lansia merupakan suatu wadah untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pembinaan kepada kelompok usia lanjut di suatu wilayah.

Posyandu Lansia melibatkan peran serta aktif masyarakat melalui kader kesehatan dan kerjasama lintas program dan lintas sektor. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Posyandu Lansia merupakan salah satu pelayanan bagi masyarakat lansia dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan mewujudkan masa tua yang bahagia, sehat, mandiri dan berdaya guna. 

Program dan layanan Posyandu Lansia dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. 

Sasaran Posyandu lansia yaitu pra usia lanjut (45-59 tahun), usia lanjut (> 60 tahun), usia lanjut dengan risiko tinggi (>70 tahun). 

Selain itu, sasaran Posyandu Lansia diantaranya keluarga lansia, organisasi sosial di bidang pembinaan orang lansia dan masyarakat secara luas.

Kegiatan Posyandu Lansia dilaksanakan dengan pengukuran IMT terdiri dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah serta cek kadar gula darah dan kolesterol.

Selain itu juga kegiatan konseling dan penyuluhan kesehatan; serta aktivitas fisik seperti senam di luar jadwal Posyandu.***

*Ilustrasi - Alat pengukur tekanan darah.(Pixabay)

Video Lansia 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026