Fenomena Suhu Panas, Bagaimana Cara Lansia Mengantisipasinya?


Berita Lansia - Potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca di awal Mei 2024. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi cuaca panas. 

2024-05-04 21:21:29

Geriatri.id - Potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca secara umum di awal Mei 2024. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat termasuk kelompok lanjut usia (lansia) dalam menghadapi cuaca panas. 

Sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 63,66% Zona Musim akan memasuki periode Musim Kemarau pada Mei-Agustus 2024. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada.  

"Memasuki periode Mei, sebagian wilayah Indonesia mulai mengalami awal kemarau dan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode peralihan musim atau pancaroba, sehingga potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca secara umum di awal Mei 2024," ujar Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam siaran pers, Jumat 3 Mei 2024.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Mencermati gelombang panas yang terjadi di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir, Guswanto mengatakan fenomena tersebut tidak terkait dengan kondisi suhu panas di wilayah Indonesia. 

Hal ini karena fenomena udara panas di Indonesia belakangan merupakan fenomena bersiklus yang terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari.

Guswanto menjelaskan istilah gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) merupakan fenomena kondisi udara panas berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut, dengan suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih. 

Fenomena gelombang panas umumnya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti Eropa, Amerika dan sebagian wilayah Asia. 

Secara meteorologis, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah dekat permukaan akibat anomali dinamika atmosfer, sehingga aliran udara tidak bergerak dalam skala luas, misalnya pada sistem tekanan tinggi skala luas dalam periode cukup lama. 


Kondisi atmosfer tersebut sulit terjadi di wilayah Indonesia yang berada di wilayah ekuator.

Berdasarkan data BMKG, kondisi suhu panas di wilayah Indonesia dengan nilai di atas 36°C tercatat pada beberapa wilayah, seperti Deli Serdang (Sumatera Utara) 37,1 °C, Medan (Sumatera Utara) 36,6 °C, Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) 36,6 °C, Sidoarjo (Jawa Timur) 36,6 °C dan Bengkulu 36,6 °C.

Meski beberapa wilayah mengalami cuaca panas, potensi hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Indonesia masih ada. 

Dikatakan Guswanto, dalam sepekan terakhir bulan April 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah, seperti Kerinci (Jambi) 83,8 mm/hari, Manado (Sulawesi Utara) 80mm/hari, Aceh Besar (Aceh) 130mm/hari, Sorong (Papua Barat) 91.0 mm/hari, Minangkabau (Sumatera Barat) 84 mm/hari, Kufar (Maluku) 83 mm/hari, dan Indragiri (Riau) sebesar 92 mm/hari.

Sementara itu Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani mengatakan memasuki awal Mei 2024, potensi hujan dengan intensitas lebat masih dapat terjadi dalam sepekan kedepan di beberapa wilayah Indonesia.

Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. 

Kondisi ini dipicu aktivitas gelombang atmosfer, yaitu gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan sirkulasi siklonik yang membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

"Mengingat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih dapat terjadi di Indonesia, sedangkan sebagian wilayah lain masih berpotensi mengalami fenomena suhu panas, maka masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana, serta terus memantau informasi peringatan dini cuaca melalui aplikasi infoBMKG untuk mendapatkan informasi yang lebih detail," pungkasnya.

Cara mencegah heat stroke


Suhu panas yang tidak biasa dapat menimbulkan terjadinya heat stroke. Heat stroke merupakan keadaan paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengkondisikan suhu badan. 

Dalam kondisi heat stroke ini, suhu tubuh meningkat hingga 41 derajat celcius. Keadaan ini berlngsung singkat, hanya 10-15 menit. 

Umumnya ketika mengalami heat stroke, orang akan merasakan suhu badan panas tak terontrol hingga tidak keluar keringat.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Berikut cara mencegah heat stroke dikutip dari umsida.ac.id:

- Menghindari panas matahari langsung dengan berada di lingkungan yang sejuk ketika cuaca panas.

- Menggunakan pakaian berbahan nyaman dan tidak terlalu tebal sehingga sirkulasi udara dapat dijaga.

- Mengoptimalkan sirkulasi udara yang baik di rumah ketika berada dalam ruangan.

- Menggunakan sunscreen jika harus beraktivitas di luar rumah dengan pemakaian teratur.

- Memastikan tubuh terhidrasi dengan mengkosusi air putih dengan suhu yang sesuai.

- Menghindari konsumsi minuman bersuhu rendah jika baru selesai beraktivitas pada suhu tinggi, lebih baik sesuaikan dahulu suhu tubuh dengan suhu ruangan.***

*Ilustrasi - Fenomena cuaca panas di Indonesia.(Pixabay)


 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026