4 Kegiatan Produktif yang Bisa Dilakukan Lansia Setelah Pensiun


Berita Lansia - Umumnya, orang pensiun ketika memasuki pra-lansia atau lansia. Di awal masa pensiun, mungkin lansia akan kaget dengan kehidupan barunya atau bahkan merasa bosan. 

2024-05-02 10:03:43

Geriatri.id - Masa pensiun adalah ketika seorang pekerja sudah memasuki usia tertentu yang ditetapkan sebagai batas periode produktivitasnya. Definisi sederhananya, pensiun adalah masa dimana seseorang tidak lagi aktif bekerja.

Umumnya, orang pensiun ketika memasuki pra-lansia atau lansia. Di awal masa pensiun, mungkin lansia akan kaget dengan kehidupan barunya atau bahkan merasa bosan. 

Meski sudah tidak seproduktif saat masih bekerja, lansia masih bisa melakukan aktivitas di masa pensiun. Bahkan aktivitas tersebut tidak hanya untuk mengisi masa tua, tetapi juga menghasilkan cuan. 

Berikut empat aktivitas setelah pensiun yang bisa dilakukan lansia agar tetap produktif: 

1. Melanjutkan hobi atau menemukan hobi baru

Banyak cara yang dapat dilakukan di masa pensiun. Salah satunya melanjutkan hobi atau menemukan hobi baru. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Kalau sebelumnya tidak ada waktu karena kesibukan pekerjaan, masa pensiun menjadi waktu yang tepat bagi lansia untuk kembali menekuni hobi mereka. 

Selain menyenangkan karena melakukan hal yang disukai, beberapa hobi juga berpotensi menghasilkan cuan. Ini akan membuat lansia tetap produktif di usia senja. 

2. Aktif berolahraga 

Olahraga secara teratur penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Di masa pensiun, lansia akan memiliki lebih banyak waktu untuk berolahraga. 

Apalagi, jika olahraga memang menjadi hobi tetapi sebelumnya jarang dilakukan karena kesibukan pekerjaan. 

Aktivitas ini bisa menjadi investasi kesehatan di usia senja. Luangkan waktu untuk melakukan olahraga ringan selama 30 menit setiap harinya. 

Sesuaikan durasi dan jenis olahraga dengan kondisi kesehatan dan kebugaran. 


3. Menjadi tenaga pengajar 

Jika sebelum pensiun bekerja menjadi seorang pengajar, kemampuan dan pengalaman itu masih dapat dimanfaatkan. 

Di masa pensiun, lansia bisa membagikan pengalamannya  dengan menjadi tenaga pengajar atau pembicara seminar. Dengan begitu, mereka masih dapat berkontribusi di dunia pendidikan. 

Dengan menjadi pengajar, membuat otak tetap bekerja. Ini merupakan salah satu cara untuk mencegah pikun yang banyak dialami banyak lansia. 

4. Menjadi sukarelawan 

Aktivitas lain yang bisa dilakukan di masa pensiun adalah menjadi sukarelawan. Dengan menjadi sukarelawan, lansia akan mempelajari baru dan melakukan hal bermanfaat untuk orang sekitar. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Selain itu, dengan menjadi sukarelawan, lansia akan bertemu dan berkenalan dengan orang baru dari berbagai kalangan. Ini akan meningkatkan sosialisasi yang bisa membuat lansia sehat dan bahagia.

Itulah empat kegiatan agar lansia tetap produktif di masa pensiun. Boleh saja pensiun dari pekerjaan tetapi tidak dari kehidupan.*** 

*Ilustrasi - Lansia melakukan aktivitas olahraga.(Pexels)


ARTIKEL LAINNYA

Membuka Ruang Belajar di Usia Senja: Sekolah Lansia Hadir di Bali

MBG untuk Lansia dan Disabilitas: Sudah Siap Dijalankan?

Jepang Dorong Lansia Tetap Bekerja Hingga Usia 70 Tahun

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026