Hati-hati, Orang dengan Gaya Hidup Tidak Aktif Berisiko Penyakit Jantung


Berita Lansia - Laporan Badan Urusan Kesehatan Masyarakat AS menyebut orang dengan gaya hidup tidak aktif berisiko hampir dua kali lebih tinggi menderita penyakit jantung.

2024-04-30 22:45:18

Geriatri.id - Setiap kali orang berolahraga akan memperkuat jantung. Laporan Badan Urusan Kesehatan Masyarakat AS menyebut orang dengan gaya hidup tidak aktif berisiko hampir dua kali lebih tinggi menderita penyakit jantung.

Karena itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan orang dewasa  melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas menengah minimal 150 menit per pekan. Atau aktivitas intensitas tinggi atau kombinasi keduanya selama 75 menit per pekan.

Terdapat lima alasan mengapa orang harus melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan jantung:

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

1. Olahraga menurunkan tekanan darah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), olahraga aerobik adalah jenis aktivitas fisik terbaik untuk mengatasi tekanan darah tinggi. 

Gerakan repetitif dalam aerobik mengikuti ritme menggunakan kelompok otot besar, seperti otot kaki, bahu, dan lengan. 

2. Meningkatkan oksigenasi.

Olahraga memperkuat otot sehingga meningkatkan kemampuan otot untuk menarik oksigen dari aliran darah. 

Dengan cara ini, jantung bekerja lebih efisien memompa darah ke otot.

3. Menjaga berat badan sehat.

Olahraga aerobik efektif membakar kalori. Sedangkan olahraga ketahanan meningkatkan massa otot tanpa lemak (lean muscle). 

Jika ditambah diet seimbang akan membantu menjaga berat badan tetap sehat dan tingkat kolesterol optimal.

4. Menurunkan stres.

Ketegangan terus-menerus disebabkan stres dapat memicu tekanan darah tinggi. Olahraga dapat memperbaiki suasana hati dan kepercayaan diri dalam mengelola stres.


5. Meningkatkan kolesterol HDL

High-density lipoproteins (HDL), atau dikenal sebagai kolesterol baik membersihkan arteri dari kolesterol berlebih. 

Kelebihan HDL membawa kelebihan kolesterol itu ke hati untuk menjalani proses metabolisasi sehingga mengurangi risiko atherosclerosis dan penyakit jantung.

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti Jepang menemukan, olahraga minimal tiga hingga empat kali sepekan atau minimal 20 menit meningkatkan kadar HDL.

Menuju jantung sehat

Berolahraga dan pola makan yang benar sangat bermanfaat. 

Dengan rutin olahraga tidak akan mudah terengah-engah dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

Penting mengalokasikan sekitar 150 menit per pekan dengan aktivitas aerobik intensitas menengah. 

Hanya perlu 30 menit jalan cepat atau olahraga ringan setiap hari untuk mendapatkan manfaat bagi jantung. 

Aktivitas penguatan otot juga direkomendasikan dua kali sepekan.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Pilih hobi yang bermanfaat untuk jantung dan kesehatan seperti jalan kaki, lari, bersepeda, menari, berenang, dan apapun yang dapat meningkatkan detak jantung. 

Semua itu bisa berdampak positif untuk kesehatan, kebugaran, dan kebahagiaan sekarang dan di masa mendatang.***

Ilustrasi - Gaya hidup tidak aktif berisiko hampir dua kali lebih tinggi menderita penyakit jantung.(Pixabay)


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026