Khasiat Tak Terduga Belimbing Wuluh untuk Pengobatan Penyakit


Berita Lansia - Klaim tradisional serta peran dan khasiat belimbing wuluh dalam pengobatan penyakit menular dan tidak menular telah dikonfirmasi beberapa penelitian ilmiah. 

2024-04-30 21:54:03

Geriatri.id - Mungkin banyak orang mengenal belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai penyedap rasa dalam masakan. Padahal, secara etnomedisin, belimbing wuluh menjadi tumbuhan untuk pengobatan tradisional. 

Merujuk naskah ilmiah yang telah dipublikasikan (1995-2015)  diambil dari Medline, PubMed, EMBASE, dan basis data Science Direct, artikel dan laporan mencakup literatur tradisional dan ilmiah terkait peran potensial belimbing wuluh baik buah, daun, maupun bunganya, dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan.

Klaim tradisional serta peran dan khasiat belimbing wuluh dalam pengobatan penyakit menular dan tidak menular telah dikonfirmasi beberapa penelitian ilmiah. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dikutip dari laman Kemenkes, berbagai penelitian farmakologi termasuk penelitian in vitro dan in vivo (hewan) telah dilakukan pada daun dan buah belimbing wuluh.

Antimikroba

Belimbing wuluh bukan sekadar buah, tetapi juga memiliki sifat antimikroba. Buah ini dapat menghancurkan mikroba penyebab infeksi dengan senyawa saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin yang terkandung di dalamnya. 

Menurut Katzung dan Hartini (2012), saponin adalah senyawa yang memiliki tegangan permukaan kuat dan berperan sebagai antimikroba dengan mengganggu kestabilan membran sel bakteri penyebab lisis sel bakteri tersebut.

Flavonoid dapat menangkap radikal bebas dan berperan sebagai superantioksidan dengan aktivitas antiinflamasi, mencegah  kerusakan oksidatif serta memiliki aktivitas antikanker kuat berdasarkan hasil penelitan Valsan dan Raphael dalam South Indian Journal of Biological Science (2016).

Mampu mengatasi asam urat dan kolesterol

Menurut Lee dkk., dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2015), kandungan saponin dalam buah ini juga memiliki aktivitas antiinflamasi karena telah terbukti dapat menghambat pelepasan zat-zat proinflamasi yang distimulasi lipopolisakarida. 

Serat yang terdapat di dalamnya membantu mengikat kolesterol dan membuangnya dari tubuh. Ini dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah.


Antidiabetes, mampu mengatur kadar gula darah

Kandungan flavonoid dalam buah ini membantu mengontrol aktivitas insulin dalam tubuh. Ini sesuai dengan hasil penelitian Kopustinskiene, dkk. dalam Nutrients (2020). 

Aktivitas antioksidan dapat menekan aktivitas enzim yang meningkatkan kadar glukosa darah. 

Efek sinergis dari beberapa metabolit sekundernya juga dapat menurunkan kadar gula darah (Solikhah dkk. 2020; Nufus dkk. 2021).

Anti-hipertensi, membantu mengelola hipertensi dan kesehatan jantung

Mengonsumsi rebusan belimbing wuluh secara teratur dapat membantu mengontrol tekanan darah dalam tubuh, sehingga mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi). 

Antioksidan dan protein yang terdapat dalam buah ini bekerja sama untuk menurunkan tekanan darah.

Kalium membantu menurunkan tekanan darah. Sedangkan serat membantu menurunkan kadar kolesterol dan glukosa darah sehingga sirkulasi darah dari dan menuju jantung seimbang. 

Vitamin C bersama saponin, tanin, dan terpenoid juga membantu mengurangi peradangan dan mencegah penyumbatan di pembuluh darah.

Kandungan ini bekerja dengan merelaksasi otot jantung dan melebarkan arteri, vena, serta kapiler menurut hasil riset Garg dkk., dalam Indian Journal of Pharmaceutical Sciences (2022).

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Menyembuhkan batuk

Belimbing wuluh ampuh mengatasi batuk dan pilek. Kandungan saponin triterpen dalam buah ini dapat memberikan efek antitusif dan ekspektoran yang membantu menyembuhkan batuk (Lee dkk., 2015). 

Saat terkena serangan batuk pilek, coba menggunakan belimbing wuluh sebagai obatnya.

Mengatasi jerawat

Menurut laporan hasil penelitian Fahrunnida & Pratiwi dalam Seminar Nasional Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam (2015), saponin merupakan senyawa alami, bersifat pembersih dan antimikroba dapat ditemukan dalam belimbing wuluh. 

Senyawa ini membantu membersihkan pori-pori kulit dan mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.***
 


ARTIKEL LAINNYA

Pemerintah Dorong “Care Economy” untuk Lansia

Ketika Lansia Diajak Jalan-Jalan di HLUN 2026

Industri Robot Lansia di China Kian Melaju

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026