Cara Terbaik Mencegah dan Menangani Hipotensi


Berita Lansia - Jika hipotensi disebabkan konsumsi obat-obatan, dokter akan mengurangi dosis atau mengganti jenis obatnya bila perlu. 

2024-04-29 23:56:15

Geriatri.id - Beberapa kondisi dapat menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah diantaranya kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu, ketidakseimbangan hormon, dehidrasi, infeksi, penyakit jantung, kekurangan nutrisi, perdarahan dan reaksi alergi parah. 

Selain karena beberapa faktor penyebab tersebut, hipotensi dapat terjadi ketika mengubah posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri. 

Jenis hipotensi ini dikenal dengan hipotensi ortostatik atau hipotensi postural.

Hipotensi juga dapat terjadi saat seseorang berdiri terlalu lama sehingga darah menumpuk di kaki. Kondisi ini disebut neural mediated hypotension (NMH). Sebagian besar penderita hipotensi jenis ini adalah anak-anak.

Hipotensi tidak selalu menimbulkan gejala. Jika muncul gejala, penderita hipotensi dapat merasakan keluhan berikut pusing, mual dan muntah, lemas, pandangan kabur, linglung, sulit konsentrasi, tubuh terasa tidak stabil, sesak napas dan pingsan. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Penanganan hipotensi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tujuan pengobatan untuk meningkatkan tekanan darah, meredakan gejala yang muncul, dan mengobati kondisi penyebab hipotensi.

Dikutip dari laman Kemenkes, metode utama untuk menangani hipotensi adalah perubahan pola makan dan gaya hidup yaitu:

- Memperbanyak konsumsi cairan, karena cairan dapat meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi

- Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan tekanan darah

- Menggunakan stoking khusus (stoking kompresi) pada tungkai untuk memperlancar aliran darah

Jika hipotensi disebabkan konsumsi obat-obatan, dokter akan mengurangi dosis atau mengganti jenis obatnya bila perlu. 

Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah, yang disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien.

Hipotensi yang disertai gejala syok membutuhkan penanganan darurat. 

Dokter akan memberikan cairan infus, obat, dan transfusi darah. untuk meningkatkan tekanan darah dan mencegah kerusakan fungsi organ.


Cara terbaik mencegah hipotensi dengan menghindari faktor pemicunya. 

- Membatasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol

- Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi sering, dan tidak langsung berdiri setelah makan

- Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur

- Berdiri secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring

- Tidak berdiri atau duduk terlalu lama

- Tidak membungkuk atau mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba
Tidak mengangkat beban yang terlalu berat

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

- Mencukupi kebutuhan minum, minimal 8 gelas per hari

- Berolahraga secara teratur, untuk meningkatkan otot tubuh dan melancarkan aliran darah

- Menghindari diet rendah garam yang terlalu ketat.***

Ilustrasi - Alat pengukur tekanan darah.(Pxhere)


ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026