Kenali Penyebab Hipotensi Atau Tekanan Darah Rendah


Berita Lansia - Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Umumnya hipotensi tidak bergejala dan dapat dialami siapa saja, termasuk lansia.

2024-04-29 22:40:16

Geriatri.id - Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Umumnya hipotensi tidak bergejala dan dapat dialami siapa saja, termasuk lansia.

Namun pada beberapa orang, hipotensi dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga pingsan. 

Hipotensi juga dapat menjadi tanda dari suatu penyakit atau kondisi yang sedang diderita.

Ukuran tekanan darah muncul dalam dua angka, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). 

Tekanan darah yang normal antara 90/60 mm/Hg dan 120/80 mm/Hg. Seseorang dikatakan hipotensi jika tekanan darahnya di bawah 90/60 mm/Hg. 

Hipotensi dapat terjadi baik sebagai suatu kondisi sendiri atau sebagai gejala dari berbagai kondisi. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri. Tekanan itu yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut tekanan darah. 

Jika tekanan darah terlalu rendah, kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran darah ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau berkurang. 

Pada beberapa kasus yang parah, hipotensi dapat mengancam nyawa sehingga membutuhkan penanganan segera.

Penyebab hipotensi

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah dikutip dari laman Kemenkes. 

1. Kehamilan

Pada masa kehamilan, tekanan darah dapat menurun akibat perkembangan sirkulasi darah dalam tubuh ibu hamil.

2. Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan tekanan darah. 

Jenis obatnya antara lain furosemide, atenolol, levodopa, sildenafil, atau Propanolol.


3. Ketidakseimbangan hormon

Tekanan darah dapat menurun akibat penurunan kadar hormon dalam darah. Penurunan kadar hormon dapat disebabkan beberapa penyakit seperti diabetes dan penyakit tiroid.

4. Dehidrasi

Ketika tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, volume darah juga dapat berkurang. Ini dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah.

5. Infeksi

Penderita infeksi dapat mengalami sepsis, yaitu infeksi yang telah memasuki aliran darah. Pada kondisi ini, tekanan darah dapat menurun.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

6. Penyakit jantung

Penyakit jantung menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah menurun.

7. Kekurangan nutrisi

Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia dan berakhir pada penurunan tekanan darah.

8. Perdarahan

Perdarahan dalam jumlah besar dapat menurunkan volume dan aliran darah ke berbagai jaringan tubuh. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis.

9. Reaksi alergi parah

Beberapa pemicu alergi (alergen) dapat menimbulkan reaksi alergi parah (anafilaksis). Kondisi ini berdampak pada menurunnya tekanan darah.***

*Ilustrasi - Alat pengukur tekanan darah.(Pixabay)
 


ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Mengapa Nafsu Makan Lansia Sering Menurun?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026