
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, menjaga pola makan menjadi semakin penting dalam memelihara kesehatan dan kualitas hidup. Meski begitu, perlu diakui, penurunan fungsi fisiologis akibat penuaan menjadi salah satu tantangan yang tak terbantahkan.
Pembatasan konsumsi garam (berhubungan dengan fungsi sensorik) menjadikan diet yang umum bagi lansia ini menjadi menantang.
Hidangan kurang bercita rasa menjadikan lansia kehilangan selera dan memilih makanan sesuai dengan persepsi rasa mereka.
Faktanya, implementasi diet rendah garam telah terbukti secara efektif menurunkan tekanan darah sistolik 4,8 mmHg, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung 7%, serta secara konsisten mengurangi kebutuhan obat antihipertensi, sebagaimana dilaporkan beberapa penelitian.
Karena itu, peneliti dari Departemen Gizi FKM UNAIR mengeksplorasi pendekatan potensial untuk dapat meningkatkan kenikmatan hidangan, sejalan dengan kebutuhan mengurangi asupan garam pada lansia.
Herba dan rempah dapur tidak hanya dilaporkan dapat meningkatkan rasa makanan tetapi juga membawa sejumlah manfaat kesehatan.
Selain sifat antioksidan hingga efek antiinflamasi, kandungan kalium, kalsium serta magnesium pada herba dan rempah dapur juga memainkan peran penting dalam pengaturan tekanan darah.
Dengan mempertimbangkan aspek ini, peneliti melakukan inovasi dengan mengintegrasikan herba dan rempah dapur ke dalam hidangan rendah garam menjadi hidangan nikmat dan bernutrisi kepada lansia.
Penelitian dilakukan dengan pengkajian sensitivitas rasa lansia menggunakan tiga set sampel larutan garam (NaCl) dengan konsentrasi 0.1–0.4 g/L, pertanyaan mengenai preferensi rasa, dilanjutkan uji preferensi kuliner pada tiga sampel lauk (ayam ungkep, tempe bacem, dan tahu bali) dan tiga sampel kudapan (tahu skotel, omelet sayur, dan siomay jamur).
Uji preferensi kuliner dibagi menjadi tiga formula, yaitu standar dengan garam normal atau sesuai produk komersial (F1), pengurangan garam 50% dari standar (F2) dan pengurangan garam dengan penambahan herba dan rempah (F3).
Seluruh sampel diujikan pada 64 lansia di salah satu panti jompo di Surabaya, Jawa Timur.
Hasil penelitian mengungkap meski lebih dari tiga perempat lansia memiliki sensitivitas rasa asin yang baik, mereka lebih cenderung menyukai hidangan dengan cita rasa asin (75,9%).
Temuan ini menyoroti preferensi rasa tidak hanya dipengaruhi sensitivitas rasa, tetapi juga faktor-faktor kompleks seperti kesadaran diri dan atribut budaya yang menyertainya.
Meski begitu, respon positif terhadap penambahan herba dan rempah pada hidangan rendah garam (F3) menunjukkan potensi untuk memodifikasi preferensi lansia.
Meski rasa asin yang biasa ditemukan pada produk komersial (F1) masih mendominasi, penelitian ini menegaskan bahwa penambahan bumbu dan rempah secara efektif meningkatkan persepsi rasa asin hingga mendekati tingkat resep standar.
Dengan kata lain, pengurangan 50% garam pada hidangan standar dapat dikompensasi secara efektif dengan penambahan bumbu dan rempah dapur.
Hasil ini menyoroti penambahan bumbu dan rempah mampu meningkatkan intensitas rasa asin tanpa mengorbankan kepuasan inderawi dibandingkan hanya mengurangi garam (F2).
Selain dari pengurangan kandungan natrium, penelitian ini juga menemukan penambahan herba dan rempah dua kali lipat dari standar pada F3, dapat meningkatkan energi makanan, meski tidak signifikan.
Temuan ini menunjukkan potensi herbal dan rempah dapur sebagai agen antiobesitas yang layak diperhitungkan untuk populasi lansia.
Manajemen diet rendah garam tidak berarti harus mengorbankan kenikmatan rasa.
Penggunaan herba dan rempah dapur memberikan alternatif lezat dan sehat, memungkinkan lansia menikmati setiap hidangan tanpa mengkhawatirkan kesehatan mereka.
Dengan menilai sensitivitas rasa dan preferensi serta mengintegrasikan rempah dan bumbu dapur, studi ini bertujuan memberikan solusi praktis dalam menciptakan menu sehat yang tetap mempertahankan kenikmatan rasa bagi lansia.
Sumber: unair.ac.id.
Ilustrasi - Diet rendah garam.(Pixabay)
Ilustrasi -
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri