
Geriatri.id - Parkinson merupakan salah satu kelainan sistem saraf pusat yang berfungsi mengkoordinasikan gerakan tubuh sehingga mempengaruhi keluwesan gerak seseorang.
Parkinson masuk golongan penyakit degeneratif (penuaan). Hal ini membuat banyak orang mengabaikannya.
Penyakit ini umumnya menyerang orang berusia antara 50 tahun ke atas. Namun, tidak semua orang berusia 50 tahun pasti akan mengalami parkinson.
Penyebab parkinson paling utama adalah usia tua serta adanya zat dopamine yang dihasilkan otak bagian dalam namun tidak dapat keluar. Ini bisa terjadi karena adanya penuaan di bagian otak.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Gejala parkinson yang biasa terjadi meliputi gemetar halus, tangan seperti menghitung uang, gerakan melambat dan hilangnya refleks, sulit bergerak serta gerakan melambat, gemetar dan tubuh tidak seimbang.
Selain itu, pasien parkinson bila melakukan aktivitas seperti menulis, tulisan akan semakin kecil dan terdapat coretan-coretan halus.
Beberapa pasien parkinson juga akan mengalami halusinasi dan rasa sedih yang mendalam. Jika dibiarkan terus-menerus dapat mengarah ke depresi.
Secara umum, faktor risiko parkinson terbagi menjadi dua, yaitu dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi.
Faktor yang dapat dimodifikasi meliputi pola hidup baik dan benar.
Sedangkan faktor yang risiko dapat dimodifikasi berupa usia dan genetik atau bawaan.
“Meskipun parkinson termasuk sakit tua dan tidak ada obatnya, tetapi fokus pengobatan yang kami lakukan untuk menambah masa produktif dari pasien. Tujuannya, agar dapat beraktivitas dengan mandiri tanpa bantuan orang lain,” ujar Dokter Penyakit Saraf RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Sartika Dewi Utami, Sp. S. dikutip dari laman RSUD Tulungagung.
Pengobatan pasien parkinson bertujuan mengurangi gejala dan membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Belum dapat diketahui secara pasti cara mencegah penyakit parkinson.
Namun, terdapat cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perburukan kondisi penderita dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan pola hidup yang baik.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
“Bilamana terdapat saudara dan keluarga yang mengarah gejala parkinson maka segera konsultasikan ke dokter agar dapat tertangani dan tetap jalani pola hidup yang baik dan benar, makan-makanan bergizi dan menghindari makanan yang kurang sehat,” pungkasnya.***
Ilustrasi - Parkinson masuk golongan penyakit degeneratif (penuaan).(Pixabay)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri