
Geriatri.id - Perusahaan susu terkemuka asal Finlandia, Valio, berkolaborasi dengan ilmuwan nutrisi terkemuka dalam studi baru tentang efek MFGM (Milk Fat Globule Membrane/membran globule lemak susu) dan protein susu terhadap fungsi fisik lansia.
Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keseimbangan dan kinerja fisik lansia bahkan tanpa intervensi olahraga.
Penelitian ini merupakan penelitian pertama di Eropa mengenai manfaat produk susu berprotein tinggi yang dihidrolisis sebagian dan kaya akan MFGM jika dimasukkan ke dalam menu makanan sehari-hari, bukan melalui suplemen makanan.
Penelitian ini melibatkan 101 wanita Finlandia, berusia 70 tahun ke atas selama 12 minggu. Kelompok ini dibagi menjadi kelompok intervensi (n=51) dan kelompok kontrol (n=50).
Semua wanita yang diteliti mampu bergerak secara mandiri namun menunjukkan beberapa tanda sarkopenia atau sedikit penurunan fungsi fisik pada tes awal.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Kelompok intervensi diberikan bubuk atau produk siap minum yang mengandung 23 g protein terhidrolisis dan 3 g MFGM, untuk konsumsi sehari-hari. Produknya dibuat menggunakan konsentrat buttermilk Valio.
Untuk mengesampingkan efek olahraga, kedua kelompok diberi panduan olahraga minimal yang sama.
Fungsi fisik kedua kelompok kemudian diuji dengan mengukur kekuatan genggaman tangan dan SPPB (kinerja fisik pendek) meliputi pengujian keseimbangan, kecepatan berjalan, dan kemampuan bangkit dari kursi tanpa bantuan.
Kedua kelompok diuji dua kali, pada awal dan akhir penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa menggabungkan MFGM dan protein susu dapat meningkatkan kinerja fisik, terutama pada keseimbangan dan skor total SPPB.
Perbedaan penting lainnya, asupan protein meningkat signifikan pada kelompok intervensi dari 0,9 menjadi 1,1 g/kg berat badan.
Tidak ada perubahan signifikan pada asupan energi atau berat badan peserta selama penelitian.
Para peserta berpendapat protein siap minum itu enak dan mudah digunakan serta mungkin membantu mereka mengurangi rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan manis.
“Selanjutnya, kami merencanakan penelitian kedua yang fokus pada kemungkinan manfaat kognitif pada individu lanjut usia dengan masalah fungsi kognitif,” kata Turpeinen.
Mengapa protein terhidrolisis?
- Protein diserap lebih efisien dibandingkan protein utuh pada lansia.
- Protein menyebabkan lebih sedikit masalah gastrointestinal pada individu sensitif.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan LansiaBisa
Apa itu MFGM?
- Komponen unik lemak susu sapi yang tidak ditemukan pada minyak nabati.
- Mengandung lipid kompleks, seperti fosfolipid, yang diperlukan untuk otak dan sistem saraf serta merangsang fungsi neuromuskular.
- Terbukti memiliki manfaat pada fungsi fisik dalam penelitian sebelumnya dengan manula.***
Ilustrasi - Manfaat susu bagi lansia.(Pixabay)
Video Lansia
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri