Kenali 3 Penyebab Gangguan Pendengaran pada Lansia


Berita Lansia - Seiring bertambahnya usia, risiko penurunan indera meningkat, termasuk pendengaran. Gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami lanjut usia (lansia). 

2024-04-24 12:34:55

Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, risiko penurunan indera meningkat, termasuk pendengaran. Gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami lanjut usia (lansia). 

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, satu dari tiga orang berusia 65-74 tahun mengalami gangguan pendengaran.

Sementara, banyak lansia berusia 75 tahun kehilangan pendengaran.

Gangguan pendengaran akan memengaruhi kualitas hidup lansia. Mereka bisa mengalami stres karena tidak bisa menikmati percakapan dan bahkan kesulitan mengikuti petunjuk dokter.  

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Selain faktor usia, ada beberapa penyebab gangguan pendengaran pada lansia. Gangguan pendengaran seiring bertambahnya usia dikenal dengan presbikusis yang muncul secara bertahap.

Apa saja faktor penyebab gangguan pendengaran pada lansia?

1. Sering terpapar suara keras 

Terpapar suara terlalu keras dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel rambut sensorik di telinga. 

Sel-sel rambut berhubungan dengan kemampuan mendengar. Sel rambut yang rusak tidak akan tumbuh lagi dan mengakibatkan menurunnya kemampuan mendengar.

2. Masalah kesehatan 

Banyak lansia dengan penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) atau diabetes kehilangan pendengaran. 

Penyebab gangguan pendengaran lainnya, infeksi telinga (otitis media), penyakit jantung, stroke, cedera otak, atau tumor otak. 

Penderita kanker dengan pengobatan kemoterapi juga kerap mengalami penurunan pendengaran.

3. Kelainan pada telinga luar atau telinga tengah

Meski jarang, kelainan telinga dapat menyebabkan penurunan kemampuan mendengar lansia. Kelainan telinga ini mengurangi fungsi membran timpani dan tiga tulang kecil di telinga. 

Membran timpani dan tiga tulang kecil di telinga membawa gelombang suara dari luar ke dalam telinga.


Cara mencegah gangguan pendengaran pada lansia

1. Hindari paparan suara keras

Suara bising menjadi salah satu penyebab gangguan telinga pada lansia. Cara terbaik untuk mencegahnya dengan menghindarinya. 

Tingkat kebisingan diukur dalam satuan desibel (dB). Semakin tinggi angkanya, semakin keras tingkat kebisingannya. Suara di atas 85dB bisa berbahaya bagi lansia, jika terpapar dalam waktu lama.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Contoh suara di atas 85dB, suara sepeda motor, musik di ponsel dengan volume penuh, dan pesawat lepas landas. Tingkat kebisingan suara-suara tersebut 90dB-120dB.

2. Gunakan pelindung telinga 

Lansia yang tinggal di lingkungan bising sebaiknya menggunakan pelindung telinga. Penggunaan earplug atau earmuff dapat mengurangi tekanan dari kebisingan.

3. Kurangi kebiasaan menggunakan headphone atau earphone

Tidak hanya berlaku untuk lansia saja, kebiasaan menggunakan headphone atau earphone dapat meningkatkan risiko kerusakan telinga. 

Untuk lansia kebih baik mendengarkan lagu tanpa headphone atau earphone. 

4. Cek kesehatan telinga secara berkala

Dengan cek kesehatan telinga ke dokter secara berkala, lansia dapat mengetahui kesehatan telinganya. Apalagi jika mereka sering terpapar suara bising yang keras.***

Ilustrasi - Jangan sepelekan gangguan pendengaran pada lansia.(Pixabay)

Video Lansia


 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026