
Geriatri.id - Kalangan lanjut usia (lansia) dinilai lebih rentan termakan hoaks. Karena itu, kemampuan literasi digital perlu lebih difokuskan kepada mereka.
Jessica Feezell adalah profesor di The University of Mexico. Studi yang dilakukan Feezell menemukan kelompok usia 65 tahun ke atas menyebarkan hoaks tujuh kali lebih banyak dibanding generasi muda.
"Di era digital informasi lebih masif, semakin sulit memilah informasi," ujar Feezell dikutip dari UNM Newsroom, Sabtu 20 April 2024.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Menurut dia, pelatihan literasi digital untuk kelompok lansia masih kurang mendapat perhatian.
Ini berbeda dengan generasi muda yang mendapatkan pelatihan literasi digital di institusi pendidikan atau lainnya.
"Generasi lansia kerap menjadi sasaran hoaks, phishing dan manipulasi politik karena dianggap tidak paham digital," katanya.
Feezell menekankan pentingnya edukasi cek fakta sederhana kepada kelompok lansia.
Misalnya memeriksa tautan atau link dari informasi yang diterima, mempertimbangkan sumbernya, dan membaca isu penting untuk mengeksplorasi berbagai perspektif.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Cara ini, lanjut dia, membantu lansia dalam melawan efek framing media.
Selain itu, membantu mereka mengidentifikasi misinformasi dan disinformasi.
"Ini juga menjadi tantangan besar mengingat mereka mengalami dan memahami sejarah dan konteks politik yang berbeda," pungkasnya.***
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri