Selain Pola Hidup Sehat, Faktor Ini Bisa Bikin Panjang Umur dan Bahagia


Berita Lansia - Selama ini, pola makan sehat dan olahraga teratur diyakini sebagai rahasia umur panjang. Benarkah demikian?

2024-04-21 21:29:20

Geriatri.id - Jepang adalah salah satu negara dengan rata-rata angka harapan hidup tertinggi di dunia yaitu mencapai 84 tahun.

Angka ini sangat tinggi jika dibandingkan umur harapan hidup (UHH) penduduk Indonesia pada 2023 mencapai 73,93 tahun.

Selama ini, pola makan sehat dan olahraga teratur diyakini sebagai rahasia umur panjang. Benarkah demikian?

Sebuah penelitian mengungkap faktor lain yang juga bisa membuat orang berumur panjang yaitu kepribadian. 

Hal itu diungkap dalam buku “Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life” (Ikigai: Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang.

Buku itu ditulis Hector García dan Francesc Miralles.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dalam bukunya, García dan Francesc mengungkapkan hasil penelitian di Universitas Yeshiva tahun 2012 yang meneliti sekitar 250 centenarian atau orang berusia 100 tahun. 

Dikutip dari CNBC Make It, penelitian tersebut menyimpulkan para centenarian memiliki adanya kemiripan beberapa kepribadian satu sama lain. 

Berikut beberapa kepribadian para centenarian yang dipercaya menjadi faktor panjang umur dan bahagia mereka:

1. Perilaku positif

Nil Barzilai yang ikut terlibat dalam penelitian mengatakan sebagian besar centenarian memiliki perilaku positif seperti optimis, mudah bergaul dan terbuka. 

Sikap positif tersebut membuat hati menjadi tenang dan bahagia.

Ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental tetapi juga membantu mereka berumur panjang. 


Para centenarian yang diteliti juga menganggap tertawa sebagai hal penting. Karena itu, mereka berusaha mencari lelucon atau hal yang membuat tertawa.

2. Kesadaran emosional

Penelitian juga menunjukkan kesadaran emosional mayoritas centenarian yang tinggi. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Mereka tidak memendam perasaan tetapi berusaha mengomunikasikannya secara positif kepada teman, pasangan, keluarga, dan lain-lain.

Tujuannya untuk mendapatkan penyelesaian yang baik.

“Artinya, mereka yang menghadapi tantangan dengan pandangan positif dan mampu mengelola emosi sudah berada di jalur yang benar menuju panjang umur,” tulis García dan Miralles dalam bukunya.***

Ilustrasi - Lansia  berumur panjang.(Pixnio)

Video Lansia


 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026