Rutin Konsumsi Kopi, Bagaimana Dampaknya pada Kesehatan Jantung?


Berita Lansia - Mengonsumsi kopi merupakan suatu kebiasaan rutin sebagian besar masyarakat Indonesia. Ada efek ‘positif’ yang ditimbulkan kopi untuk tubuh karena kandungan kafein pada kopi. 

2024-04-16 23:38:00

Geriatri.id - Mengonsumsi kopi merupakan suatu kebiasaan rutin sebagian besar masyarakat Indonesia. Ada efek ‘positif’ yang ditimbulkan kopi untuk tubuh karena kandungan kafein pada kopi. 

Kafein dalam dosis rendah sampai sedang (50-300 mg) menimbulkan efek meningkatkan kewaspadaan, energi, konsentrasi, dan menurunkan rasa kantuk. 

Efek tersebut dapat memperbaiki mood dan meningkatkan produktivitas ditengah kesibukan sehari-hari. Namun, kafein dalam dosis tinggi dapat menyebabkan ansietas, kegelisahan, maupun insomnia. 

Bagaimana dampak konsumsi kopi pada kesehatan jantung? Apakah sehat atau justru dapat berbahaya untuk jantung?

Beberapa studi sebelumnya menduga konsumsi kopi dihubungkan dengan permasalahan kesehatan. Namun, studi-studi terbaru telah menunjukkan bukti kuat bahwa konsumsi kopi memiliki banyak dampak positif pada kesehatan. 

Frank Hu, Kepala Departemen Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, mengatakan untuk sebagian besar orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang (2-5 cangkir per hari) dapat diintegrasikan ke dalam diet sehat.

Ini karena memiliki hubungan dengan penurunan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2), hipertensi, obesitas, penyakit jantung, kanker liver, kanker endometrium, penyakit Parkinson, maupun depresi. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dikatakan Hu, mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat menurunkan risiko terjadinya kematian dini.

Secara spesifik, kesehatan jantung seperti apakah yang dapat dipengaruhi konsumsi kopi? 

Hal tersebut terjawab dari hasil beberapa penelitian penelitian terbaru yang sudah dilakukan. Salah satunya, penelitian di Baker Heart and Research Institute di Melbourne, Australia.

Penelitian tersebut melibatkan 382.535 orang yang tidak memiliki penyakit jantung sebelumnya. Penelitian tersebut membuktikan konsumsi kopi dalam bentuk kopi bubuk, kopi instan, maupun kopi tanpa kafein (kopi decaf), terutama 2-3 cangkir per hari, secara konsisten dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner, gagal jantung maupun kematian.


Selain itu, kopi instan dan kopi bubuk (tidak untuk kopi decaf) dapat menurunkan risiko terjadinya aritmia (detak jantung abnormal) secara signifikan. 

Para peneliti juga menyimpulkan orang dengan kebiasaan mengonsumsi kopi tidak perlu menghentikan konsumsi kopi seandainya mengalami penyakit jantung sewaktu-waktu, kecuali mereka merasakan adanya perburukan gejala yang ditimbulkan pasca mengonsumsi kopi. 

Peneliti tersebut tidak menyarankan seseorang dengan penyakit jantung yang sebelumnya tidak mengonsumsi kopi untuk memulai mengonsumsi kopi.

Namun jika orang tersebut memiliki penyakit jantung dan sudah memilliki kebiasaan mengonsumsi kopi, tetap boleh dan tidak perlu khawatir tetap mengonsumsi kopi. 

Ini karena kopi bersifat aman untuk pengidap penyakit jantung, dan diduga memiliki efek protektif terhadap kesehatan jantung.

Studi selanjutnya juga dilakukan di institusi yang sama. Studi tersebut melibatkan 34.279 orang yang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya. 

Tujuannya untuk membuktikan apakah konsumsi kopi aman atau justru dapat memperberat kondisi mereka. Hasil penelitian tersebut menunjukkan konsumsi kopi rutin 2-3 cangkir per hari dihubungkan dengan risiko kematian lebih rendah dibanding tidak mengonsumsi kopi.

Meski kopi dapat meningkatkan detak jantung, konsumsi kopi tidak berhubungan dengan kejadian fibrilasi atrium, suatu kondisi yang sangat dikhawatirkan banyak klinisi dapat terjadi pada pasien penyakit jantung yang mengonsumsi kopi. 

Pada pasien  dengan aritmia, pasien yang mengonsumsi kopi juga terbukti memiliki risiko kematian lebih rendah. 

Salah satu contohnya adalah pasien fibrilasi atrium yang mengonsumsi kopi memiliki 20% risiko kematian lebih rendah dibanding yang tidak mengonsumsi kopi.

Studi selanjutnya meneliti efek jenis kopi yang dikonsumsi (kopi instan/kopi bubuk/kopi decaf) dan dampaknya terhadap penyakit kardiovaskular. 

Studi tersebut kembali membuktikan konsumsi kopi bubuk atau kopi instan 2-3 cangkir dapat menurunkan risiko aritmia, sumbatan pembuluh darah jantung, stroke, maupun gagal jantung. 

Seluruh jenis kopi dapat menurunkan risiko terjadinya kematian. Kopi decaf terbukti tidak memiliki dampak terhadap aritmia, namun dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya, kecuali gagal jantung.

Peneliti lebih menyarankan mengonsumsi kopi yang mengandung kafein dibandingkan kopi decaf untuk kesehatan jantung.

Studi lainnya meneliti hubungan konsumsi kopi dengan risiko gagal jantung. Hasil studi tersebut menunjukkan konsumsi kopi yang lebih tinggi dihubungkan dengan risiko gagal jantung lebih rendah.

Bagaimana kopi dapat memberikan manfaat pada jantung? 
Seringkali, orang orang menghubungkan dampak positif dari kopi dengan kandungan zat kafein. 


Namun, sebetulnya biji kopi terdiri dari 100 lebih senyawa aktif biologis yang dapat menurunkan stres oksidatif dan inflamasi, meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan metabolisme, menurunkan penyerapan lemak dari usus, regenerasi sel di dinding pembuluh darah, dan memblokir reseptor reseptor yang dikaitkan dengan aritmia. 

Kopi juga terbukti dapat meningkatkan kandungan glutation dalam darah, suatu zat antioksidan dengan potensi sangat kuat.

Namun, sebuah studi di Jepang yang melibatkan 18609 partisipan membuktikan dampak kopi kontradiktif dari studi-studi sebelumnya. 

Studi tersebut mnunjukkan konsumsi kopi berat dihubungkan dengan risiko kematian lebih tinggi akibat penyakit kardiovaskular pada populasi hipertensi dengan tekanan darah 160/100 mmHg ke atas. Namun tidak pada populasi dengan hipertensi dengan tekanan darah di bawah 160/100 mmHg atau populasi tanpa hipertensi.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dari berbagai studi tersebut, dapat disimpulkan konsumsi kopi memiliki efek baik untuk kesehatan jantung orang sehat tanpa penyakit jantung atau orang dengan penyakit jantung, terkecuali hipertensi berat. 

Jenis kopi yang terbukti baik untuk dikonsumsi adalah kopi bubuk dan kopi instan mengandung kafein, namun dengan kandungan gula/krim minimal.***

*Sumber: dr. Mohamed Amshar - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta di laman Yankes Kemkes.


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026