9 Cara Robot Membantu Aktivitas Keseharian Lansia


Berita Lansia - Teknologi berkembang pesat sehingga banyak penemuan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Salah satunya penemuan robot untuk membantu orang lanjut usia (lansia).

2024-04-15 20:00:06

Geriatri.id - Teknologi berkembang pesat sehingga banyak penemuan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Salah satunya penemuan robot untuk membantu orang lanjut usia (lansia).

Ada empat alasan utama robot dikembangkan untuk orang lansia dikutip dari lottie.org. 

- Membantu melakukan tugas kecil seperti makan atau mengambil sesuatu

- Membantu mobilitas dan transportasi, termasuk bangun dari tempat tidur atau bergerak

- Mengurangi kesepian dan membantu memenuhi kebutuhan sosial dan emosional

- Mengatur pengingat obat-obatan, makanan, dan janji temu

Robot juga dapat diprogram untuk mempelajari preferensi dan kebiasaan lansia serta mendeteksi perubahan perilaku, termasuk memperingatkan perawat atau layanan darurat jika terjatuh.

Baca Juga: Bagaimana Robot Membantu Merawat Lansia Penyandang Disabilitas?

Dari tugas-tugas kecil hingga bantuan lebih besar, tujuan keseluruhannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, membuat lebih mandiri, lebih bahagia dan lebih percaya diri hidup sendiri atau dengan dukungan yang berkurang.

Sembilan cara robot dapat membantu orang lansia

1. Interaksi sosial 

Seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami kesepian. Penyebabnya karena kehilangan pasangan dan teman atau tidak lagi mampu secara fisik pergi keluar.

Menurut Age UK, lebih dari satu juta lansia di Inggris mengatakan mereka menghabiskan lebih dari sebulan tanpa berbicara dengan siapa pun.

Pepper adalah robot humanoid sosial pertama di dunia. Pepper diciptakan khusus untuk interaksi manusia dan dapat mengenali wajah, emosi dasar manusia, dan melakukan percakapan. 

Pepper diuji coba di panti jompo di Inggris dan Jepang. Hasilnya menunjukkan kesehatan mental penghuni panti jompo membaik setelah menghabiskan waktu bersama robot itu selama dua pekan.

Pepper dan robot lain seperti Cruzr dilengkapi dengan sensor untuk memantau tekanan darah, saturasi oksigen, dan suhu tubuh. Ini memungkinkan perawat memberikan perawatan dan perawatan yang tepat.

2. Terapi robot hewan peliharaan 

Banyak lansia merasa terisolasi karena jarang bertemu keluarga dan teman.

Untuk membantu mereka mengatasinya, perusahaan robotika menciptakan robot hewan peliharaan untuk diberikan kepada penghuni panti jompo, rumah sakit, dan fasilitas tempat tinggal lainnya. 

Baca Juga: Robot URI Percepat Pemulihan Keterampilan Motorik Pasien Stroke

Hewan peliharaan robot ini dapat mendeteksi sentuhan, cahaya dan suara. Robot ini juga dapat merespons ketika dibelai, mengenali kata, menggonggong atau mendengkur, dan bahkan memiliki detak jantung.

Hewan peliharaan terapi robotik memiliki efek serupa dengan hewan peliharaan terapi di kehidupan nyata, termasuk mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan, memberikan kenyamanan, dan persahabatan.


3. Membantu aktivitas makan 

Seiring bertambahnya usia, tugas yang biasanya mudah seringkali menjadi lebih sulit, termasuk mencuci, berpakaian dan makan.

Ada beberapa jenis robot yang dapat membantu lansia makan dan minum, seperti robot My Spoon dari Robotarm. 

My Spoon membantu lansia yang memiliki keterbatasan fungsi lengan dan tangan. Dengan bantuan robot ini akan mengurangi stres pada waktu makan.

4. Membantu aktivitas mandi 

Ketika mencapai usia tertentu, mandi mungkin tidak lagi menjadi pilihan lansia, jika tidak memiliki seseorang untuk membantu mereka.

Pada pameran dunia tahun 1970, Sanyo meluncurkan 'Pemandian Ultrasonik' atau dikenal sebagai 'Mesin Cuci Manusia', yang menggunakan kombinasi pancaran air, generator gelombang, dan pengering untuk mencuci dan mengeringkan manusia.

Perusahaan robotika masih mengerjakan robot mandi yang dapat mengangkat orang lansia keluar masuk bak mandi dengan aman dan memberikan bantuan dalam membersihkan badan.

5. Mengangkat dan membawa

Orang lansia cenderung kurang mampu untuk bangun dan bergerak dibanding orang yang lebih muda. Beberapa robot telah dikembangkan untuk membantu aspek kehidupan ini. 

Robot Robear adalah robot keperawatan eksperimental yang dikembangkan Pusat Kolaborasi RIKEN-SRK untuk Penelitian Robot Interaktif Manusia dan Perusahaan Sumitomo Riko di Jepang.

Robear diprogram untuk mengangkat orang dari tempat tidur, membantu mereka naik kursi roda, dan bahkan menawarkan bantuan untuk berdiri. 

6. Kemandirian 

ElliQ adalah robot interaktif yang mempromosikan kemandirian. Robot ini membantu orang lansia merasa lebih nyaman dalam melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. 

ElliQ memberikan persahabatan, hiburan dan kesenangan, serta membantu orang mencapai tujuan kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Baca Juga: Pengembangan Teknologi AI untuk Deteksi Demensia pada Pengemudi Lansia

Berbagai fitur yang ditawarkan ElliQ antara lain percakapan, streaming musik, berita, olahraga dan cuaca, permainan kognitif, check-in kesehatan, latihan mindfulness, pesan dengan anggota keluarga, fakta menarik dan info kesehatan umum, plus latihan fisik. 

7. Robot pembersih

Penemuan seperti Roomba, robot penyedot debu, benar-benar dapat membantu para lansia dalam pekerjaan rumah sehari-hari. 

Roomba secara otomatis akan bergerak ke seluruh sudut rumah untuk menyedot debu dan kotoran dalam waktu singkat.

Kamera dan sensor khusus memungkinkan Roomba menghindari rintangan dan kembali ke 'pangkalan' setelah melakukan tugasnya. 


8. Bantuan medis 

Penggunaan robot medis dalam perawatan lansia merupakan industri yang sedang berkembang.

Salah satu contohnya Moxi, robot berlengan satu yang dapat berkeliling rumah sakit, mengambil dan mengantarkan obat-obatan, peralatan, sampel pasien, atau tempat tidur.

Moxi diciptakan Andrea Thomaz dan Vivian Chu di Austin, Texas. Moxi membantu menghemat beberapa jam waktu dokter dengan membuat peta internal sendiri dan mengikuti perintah pengiriman melalui aplikasi.

9. Bantuan umum 

HERB singkatan dari Home Exploring Robot Butler dan merupakan robot otonom yang dapat belajar melakukan tugas seperti meletakkan buku di rak buku, memuat mesin pencuci piring, membersihkan meja, dan mengambil minuman dari lemari es.

Didesain di Jepang sebagai bagian dari inisiatif Carebots, HERB secara efektif memetakan lingkungannya agar dapat bernavigasi dengan aman tanpa menabrak atau menjatuhkan sesuatu.***

Ilustrasi - Robot membantu aktivitas lansia.(Pixabay)


ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026