
Geriatri.id - Perjalanan jauh dapat menyebabkan lansia mengalami jet lag. Karena itu, lansia harus menyiapkan fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.
Jet lag adalah gangguan tidur berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat melewati zona waktu berbeda.
Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, Sp.PD-KGer memberikan tips mudik sehat dalam Live Streaming Lansia Online (LOL): Mudik Sehat, Lansia Siap Lebaran di YouTube @Geriatri TV, Sabtu, 30 Maret 2024
Pertanyaan: Bagaimana cara mengurangi risiko jet lag selama perjalanan jauh? Ibu saya berencana umroh dalam waktu dekat tapi kondisi gula darahnya saat ini sedang turun dan sering lemas.
Untuk umroh yang perjalanan sangat panjang, kondisi harus disiapkan. Para lansia harus menyiapkan fisik, apalagi ini tadi disampaikan ada kecing manis atau diabetes.
Baca Juga: Tanya Dokter: Tips Aman Lansia dengan Kursi Roda Mudik Naik Pesawat
Gula darahnya pada saat ini normal, di lapangan atau di praktik-praktik itu sering kali saya menjumpai lansia khususnya kalau sudah menderita kencing manis kenapa jadi kurus-kurus semua ya?
Kayaknya bener-bener takut sekali dengan makanan karena dalam pikiran itu sudah terlalu identik makanan dengan gula.
Padahal harusnya dengan melakukan pola makan yang baik, kita makannya mesti cukup, makannya mesti sesuai kebutuhan, bukan dikurangi walaupun itu kencing manis.
Apalagi kalau berusia lanjut, kita memilih makanan yang komposisinya berubah. Kalau berusia lanjut, kalori sesuai kebutuhan berapa, tapi karbohidratnya kita turunkan.
Gula rendah, nasi tidak terlalu banyak tapi kita mengganti dengan menaikkan protein. Proteinnya kita naikkan, makan daging. Lemak memang dikurangi, sayuran, daging ikan dinaikkan karena itu adalah sumber-sumber energi yang bisa menguatkan fisik dan otot lansia sehingga dia tidak lemas.
Jangan khawatir dengan gulanya, akan menyesuaikan Obatnya akan menyesuaikan sesuai dengan asupan nutrisi yang sudah dilakukan.
Jadi jangan terlalu menurunkan itu karena dengan nutrisi yang baik, lansia-lansia dapat melakukan aktivitas yang lebih baik. Latihan tidak cepet jet lag tidak merasa lemas.
Kasihan kalau perjalanan jauh kemudian habis waktu untuk memulihkan tenaga, itu sangat kasihan sehingga pertama yang basic adalah nutrisinya harus bagus.
Kemudian yang kedua, secepatnya melakukan latihan-latihan fisik berjalan kaki, atau sepanjang perjalanan bisa melakukan jalan kaki di pesawat, maju mundur dan sebagainya.
Itu sangat penting untuk menjaga kekuatan kekuatan fisik, kekuatan otot kita itu tetap optimal.
Karena kalau kita hanya diam saja di pesawat, duduk maka bisa menyusut otot-ottot itu.
Baca Juga: Tanya Dokter: Tips Mudik Bersama Lansia yang Sering Buang Air Kecil
Jadi menjadi semakin lemah dan kita akan mudah masuk kondisi yang disebut sebagai jet lag, lemas beberapa hari. Dalam perjanan panjang bisa dua atau tiga hari, akhirnya hanya di tempat tidur untuk memulihkan kondisi.
Pulihkan kondisi, asupan nutrisinya bagus, segera lakukan exercise, jalan kaki saja cukup. Untuk lanjut usia, saya selalu menyarankan jalan kaki seberapa mampunya.
Kalau capek istirahat nanti diulang lagi, besok diulang lagi tentu akan lebih kuat, lebih optimal dan kondisi akan lebih pulih dibandingkan kita hanya tiduran saja.***
Ilustrasi - Tips kurangi risiko jet lag pada lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri