Tanya Dokter: Amankah Penderita Diabetes Minum Jamu Saat Buka Puasa?


Berita Lansia - Bagi lansia, menjaga kesehatan saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan perencanaan yang baik, lansia dapat tetap sehat dan bugar selama menjalankan puasa.

2024-04-07 23:10:14

Geriatri.id - Bagi lansia, menjaga kesehatan saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan perencanaan yang baik, lansia dapat tetap sehat dan bugar selama menjalankan puasa.

Tapi bagaimana caranya dan apa saja tips yang perlu diperhatika?

Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri; dr. Ika Fitriana, Sp.PD, K-Ger mengulasnya dalam Live Streaming ?Lansia Online (???): Lansia Sehat Saat Puasa, Bugar Sambut Lebaran di YouTube @Geriatri TV pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Pertanyaan: Saya mengonsumsi obat diabetes, apakah aman minum jamu temulawak atau kunyit? Kalau aman, sebaiknya saat buka puasa atau sahur, Dok? 

Temulawak dan kunyit sangat baik bagi kesehatan. Tapi tentunya ada zat yang dibawanya yaitu gula.

Misalnya minum temulawak dengan gula, gulanya itu yang perlu dipertimbangkan, apakah sesuai dengan angka kecukupan intisari.

Bukan berarti nggak boleh mengonsumsi gula, tetapi dalam jumlahnya yang dibatasi.

Nah waktunya apakah lebih baik saat sahur atau berbuka? Kalau saya lebih prefer pada saat berbuka saja. Jadi saat berbuka dan menuju malam karena mudah kalau terjadi hal-hal yang lain. Kalau sahur waktunya sangat pendek. 

Jadi lebih baik memang kalau sahur yang pasti itu tentunya cairan kemudian juga nutrisi, karbohidrat. Apalagi ada diabet, lebih baik pagi untuk mengisi energi.  

Untuk temulawak dan kunyit manfaatnya sangat baik. Apalagi jika kita tahu pada saat pembuatannya tidak dicampur dengan zat-zat kimia lain. Itu sangat baik sekali dan juga bisa menambah nafsu makan dan antioksidan.

Jadi tidak perlu distop saat puasa tetapi mungkin waktunya saat mau tidur atau malam setelah tarawih itu lebih enak. Tapi hati-hati jangan mendekati tidur banget sih.


Untuk diabetnya mudah-mudahan sudah biasa menjalankan puasa walaupun dengan diabetes. Paling yang perlu diperhatikan adalah pemeriksaan gulanya. 

Misalnya fase paling rendah itu sebelum berbuka. Mungkin sekali-kali diperiksa apakah cukup nggak sahurnya atau (apakah) obatnya bikin ngedrop. Itu bisa diperiksakan juga.

Jadi boleh-boleh saja minum jamu tidak apa-apa, nggak masalah.  Waktunya aja diatur dan itu dihitung sebagai satu bagian dari minum.

Misalnya segelas itu udah masuk. Kan nggak harus air putih bisa juga dengan susu, jamu. Yang penting manisnya diatur atau diukur.***

Foto: Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri; dr. Ika Fitriana, Sp.PD, K-Ger.(Youtube @Geriatri TV) 

Video Lansia Online:

 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026