
Geriatri.id - Kisah seorang nenek bernama Semi yang tidak mendapatkan bantuan sosial membuat anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha bersedih.
Semi adalah nenek berusia 90 tahun yang hanya memakan makanan tanpa bumbu, bahkan bukan nasi.
"Satu sisi saya terharu, satu sisi saya takut kepada Allah. Karena saya memang punya, diberi kelebihan, dan sebelum saya datang ke tempat orang tua ini, saya makan makanan enak," ujar Ridha dalam acara Semarak Ramadan bersama DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 30 Maret 2024.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dengan masih adanya warga yang belum mendapatkan bantuan sosial, Politisi Fraksi Partai Golkar itu merasa masih menjadi tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI.
"Sementara saya punya saudara ini, kalau dia Islam maka dia saudara seagama, jika bukan Islam maka saudara sebangsa dan setanah air saya, sehingga saya merasa berdosa. Selain itu tanggung jawab saya sebagai Komisi VIII (DPR RI), saya merasa berdosa," kata Ridha dikutip dari laman DPR, Selasa 2 April 2024.
Dia mengakui bansos belum merata dan masalah bansos dari tahun ke tahun selalu berkaitan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tumpang tindih.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Kemensos telah melakukan evaluasi sebagai upaya pemerataan bansos secara sempurna. Ridha juga memaparkan di akhir masa jabatannya akan tetap bekerja untuk masyarakat Indonesia.
"Di akhir masa jabatan saya, saya akan tetap bekerja untuk kepentingan banyak orang. Baik sebelum masa jabatan berakhir, hingga setelah masa jabatan berakhir," katanya.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menangis ketika mendengar kisah nenek Semi yang disampaikan Ridha saat rapat kerja, Selasa 19 Maret 2024.
Saat itu, Legislator Dapil Jawa Timur XI itu mengungkapkan dirinya pernah menyambangi rumah nenek Semi, warga Magetan, Jawa Timur berusia 90 tahun.
Nenek Semi yang hidup sebatang kara bekerja menjadi pembuat kerupuk lempeng khas Magetan. Penghasilan dari pekerjaannya itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ridha yang sempat mengunjungi rumah nenak Semi, melihat lansia itu hanya merebus tahu dan kacang panjang karena tidak ada beras.***
Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha.(Dok.dpr.go.id)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri