Haji Ramah Lansia Harus Akomodir Layanan Khusus dan Prioritas Lansia


Berita Lansia - Haji ramah lansia harus mengakomodir informasi-informasi layanan khusus dan prioritas lansia di semua layanan, termasuk kamar dan lift khusus.

2024-04-02 20:16:28

Geriatri.id - Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito mengatakan haji ramah lansia harus mengakomodir informasi-informasi layanan khusus dan prioritas lansia di semua layanan, termasuk kamar dan lift khusus.

Hal itu disampaikan Warsito saat memimpin rapat koordinasi guna mempersiapkan sarana, prasarana dan layanan untuk jemaah haji tahun 2024 pada 23 Februari 2022. 

Warsito juga menyoroti ketersediaan konsumsi khusus untuk lansia dan risiko penyakit khusus, serta masakan nusantara sehingga benar-benar tepat sasaran. 

Dia menekankan agar Kementerian Agama (Kemenag) dapat memastikan penambahan kuota haji dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku serta transparan kepada calon jamaah haji.

Kuota Jemaah Haji Indonesia pada 2024 sebanyak 221.000 orang, dengan tambahan 20.000 orang menjadi 241.000 orang. Jumlah ini merupakan kuota terbanyak salama penyelenggaraan ibadah haji dalam tujuh tahun terakhir. 

Penambahan kuota 20.000 orang itu dibagi menjadi 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 haji khusus.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Warsito meminta semua pihak yang terlibat, diantaranya Kemenag, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan koordinasi dan memastikan kesiapan pelaksanaan haji sesuai tugas dan kewenangannya.

Hal ini mengingat pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama akan dimulai 12 Mei 2024 dan puncak pelaksaan ibadah haji pada 15 Juni 2024. 

Beberapa aspek layanan yang perlu dipersiapkan, terkait pemeriksaan kesehatan dan pelunasan biaya calon jemaah haji, kesiapan asrama haji, kesiapan transportasi udara dan bandara dan lain-lain. 

Sementara untuk layanan jemaah haji di Arab Saudi terkait dengan penyediaan akomodasi, katering dan pengaturan transportasi serta mobilitas jemaah haji Indonesia. 


Berdasarkan data pada dashboard Siskohat Dirjen PHU, Kemenag pada 23 Februari 2024, 99.4% calon jemaah telah lulus pemeriksaan kesehatan haji (Istithaah) dan 92.88% calon jemaah sudah melakukan pelunasan biaya haji. 

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Syaiful Mudjab menjelaskan kesiapan 14 Asrama Embarkasi Haji yang akan diberangkatkan melalui 554 kloter. 

Syaiful mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi agar jumlah petugas haji yang sedianya telah ditetapkan 4.421 petugas tidak dikurangi menjadi 2.210 petugas. 

Selain itu, guna meningkatkan pelayanan dokumen haji, Kemenag bersama Kementerian Haji Arab Saudi tengah menjajaki kemungkinan penerapan layanan fast track pada tiga bandara embarkasi yakni bandar udara Soekarno Hatta-Jakarta, Juanda-Surabaya dan Adi Soemarmo-Solo. 

Jika itu dapat dilakukan, 128.000 (lebih dari 50%) calon jemaah haji dapat dilayani melalui jalur fast track. 

Sementara, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendo Susilo menjelaskan persiapan yang telah dilakukan diantaranya progres pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, digitalisasi hasil pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, update petugas kesehatan haji dan persiapan layanan kesehatan di Arab Saudi.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
 
Kemenkes juga telah menyiapkan Internasional Patient Summary (IPS), ringkasan riwayat medis pasien yang memuat data diantaranya demografi pasien, alergi dan intoleransi, imunisasi dan vaksinasi, pengobatan dan masalah kesehatan. 

Data ini disimpan dalam bentuk bar code pada kartu jemaah haji sehingga memudahkan untuk penanganan medis ketika berada di Arab Saudi.
 
Kesiapan 13 bandar udara embarkasi dijelaskan perwakilan Direktorat Angkutan Udara Kemenhub. Kemenhub akan terus melaksanakan pemantauan, ramp-check dan evaluasi kegiatan angkutan udara haji di bandar udara embarkasi dan debarkasi Haji.

Direktur Timur Tengah, Kemenlu, Bagus Hendraning menerangkan pihaknya terus melakukan koordinasi secara intensif dengan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah guna memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi dalam pelaksanaan Ibadah Haji 2024.*** 

Foto: rapat koordinasi guna mempersiapkan sarana, prasarana dan layanan untuk jemaah haji tahun 2024 pada 23 Februari 2022. (Kementerian PMK)


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026