
Geriatri.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 255 dokter yang akan membersamai 241.000 jemaah dengan 45.000 jemaah lansia pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M.
Para dokter itu terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lilik Marhaendro Susilo menyebut pemerintah akan menyediakan vaksin wajib untuk calon jemaah haji 1445H/2024M.
"Kemenkes menyediakan vaksin wajib saja untuk para jemaah, yaitu vaksin meningitis," ujar Lilik dikutip dari laman kemenkes.
Lilik menjadi pengisi materi Bimbingan Teknis PPIH Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu 23 Maret 2024.
"Nanti jemaah akan mendapatkan vaksin meningitis saat proses pemvisaan," sambungnya.
Dikatakan Lilik, tujuan pemberian vaksin meningitis sebagai upaya mitigatif agar jemaah haji menjadi kebal dari penyakit yang biasa menyerang negara-negara di Afrika.
"Ada beberapa jemaah haji di Saudi, atau orang-orang yang datang ke sana berasal dari negara yang kasus meningitisnya banyak. Sehingga, yang kita lakukan di sana itu seperti memberikan jaket pelindung atau jas hujan," kata Lilik.
"Kalau nanti ada hujan meningitis, kita pakai jas hujan. Mudah-mudahan tubuh kita gak basah. Jadi, kalau kita divaksin itu untuk memberikan pelindungan kepada jemaah. Supaya mereka kebal terhadap penyakit," imbuhnya.
Dia mengatakan ada dua provinsi yang diwajibkan mendapatkan vaksin polio, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan ada kasus polio pada dua Kabupaten di Jawa Timur dan satu di Jawa Tengah.
"Bukan jemaahnya yang kena, namun yang kita khawatirkan ada bibit-bibitnya yang bisa menular ke semua orang," jelasnya.
Selain vaksin wajib, Kemenkes juga menyebut vaksin pneumonia dan vaksin influenza bisa menjadi alternatif untuk menunjang kesehatan jemaah.
"Vaksin yang sunah untuk jemaah yaitu influenza dan pneumonia. Vaksin ini, fungsinya untuk memberikan perlindungan sebagaimana covid, kalau kita kelelahan atau tertular ulang, masih bisa terjaga," pungkasnya.***
Foto: Kapuskes Lilik Marhaendro Susilo.(Kemenag)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri