
Geriatri.id - Ketika menyebut wahana bermain, Anda kemungkinan akan membayangkan sekumpulan anak dengan penuh keceriaan.
Wahana bermain saat ini memang didominasi untuk memenuhi kebutuhan aktivitas anak. Tetapi, bukan anak saja yang perlu wahana bermain. Orang lanjut usia (lansia) pun membutuhkan wahana bermain.
Selama satu dekade terakhir, sejumlah negara di dunia mulai merancang wahana bermain untuk lansia. Adalah China yang memulai membuat fasilitas luar ruang untuk lansia pada 1995.
Langkah China itu diikut berbagai negara seperti Jepang, Finlandia, Inggris, Amerika, Austria, Skotlandia, serta negara-negara lain. Indonesia pun telah memiliki Taman Lansia di sejumlah kota.
BBC melaporkan bahwa fasilitas Taman Lansia di China lebih efektif ketimbang negara lain. Artinya, wahana itu lebih banyak dipakai oleh lansia.
Profesor Kesehatan Masyarakat di Universitas A&M Texas, Jay Maddock pernah berkunjung ke China pada 2014. Ia berjalan-jalan ke taman dekat hotel di kota Nanchang dan melihat ratusan lansia berolahraga bersama.
Maddock memutuskan untuk mengumpulkan data tentang penggunaan taman tua di delapan taman di Nanchang. Maddock menemukan bahwa lebih dari 50 persen pengguna wahana bermain adalah orang lanjut usia. Sementara di Amerika taman bermain lansia hanya terpakai kurang dari 15 persen lansia.
Penggunaan taman lansia di Indonesia hingga saat ini belum ada penelitian yang sahih. Geriatri.id dalam beberapa kesempatan berkunjung ke Taman Lansia di Langsat, Jakarta Selatan dan Taman Lansia di jalan Citarum, Bandung.
Di kedua taman lansia itu, lansia lebih sulit ditemukan. Taman lansia, meski bukan ekslusif milik lansia, menjadi sasaran wisata keluarga. Taman pun kerap menjadi tempat berkumpul remaja untuk sekadar kongko atau memanfaatkan wifi.
Profesor perencanaan kota Universitas of California Los Angeles, Anastasia Loukaitou-Sideris, mengatakan meskipun budaya berperan, namun hal yang paling berpengaruh bagi lansia adalah lokasi taman, desain, dan fasilitasnya.
Anastasia telah mempelajari penggunaan taman di antara para lansia di berbagai negara. "Seringkali lansia merasa tidak diterima di taman yang terutama dirancang untuk populasi yang lebih muda," katanya dikutip BBC.
Kehadiran taman lansia yang efektif di Indonesia tentu saja sangat diperlukan. Apalagi jumlah penduduk lansia di Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan Statistik Penduduk Lanjut Usia BPS 2018, terdapat 9,27 persen atau 24,49 juta penduduk lansia di Indonesia pada 2018. Pada 2045, jumlah penduduk lansia di Indonesia diproyeksikan mencapai 20 persen atau 63,31 juta lansia.***(ymr)
Foto: Freepik
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri