Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia


Menurut pengelola panti, para atlet tersebut ternyata sangat sabar dan penuh perhatian saat merawat lansia.

2026-06-24T12:10

GERIATRI.CO.ID - Jepang kembali menarik perhatian dunia dengan cara uniknya menghadapi tantangan penuaan penduduk. Di tengah meningkatnya jumlah lanjut usia dan kekurangan tenaga perawat, sejumlah panti dan fasilitas perawatan lansia di negara tersebut mulai merekrut binaragawan, petarung MMA (Mixed Martial Arts), hingga mantan pegulat sumo untuk bekerja sebagai caregiver atau pendamping lansia. 

Langkah ini muncul sebagai respons terhadap krisis tenaga kerja di sektor perawatan lansia. Jepang merupakan salah satu negara dengan populasi tertua di dunia. Jumlah lansia yang terus meningkat membuat kebutuhan tenaga perawatan bertambah, sementara minat generasi muda untuk bekerja di sektor ini relatif rendah.

Perawatan lansia sering kali membutuhkan kekuatan fisik. Para caregiver harus membantu lansia berpindah dari tempat tidur ke kursi roda, membantu berjalan, mandi, hingga mendukung aktivitas sehari-hari lainnya.

Maka dari itu, perusahaan perawatan lansia seperti Visionary di Jepang melihat potensi besar dari para atlet dan binaragawan yang memiliki kekuatan, stamina, dan disiplin tinggi. Selain membantu pekerjaan fisik, kehadiran mereka juga diharapkan dapat mengubah citra profesi caregiver agar lebih menarik bagi generasi muda. 

Dilansir dari The Japan Times, CEO Visionary, Yusuke Niwa bahkan meluncurkan program yang dikenal sebagai "Macho Caregivers", yaitu merekrut binaragawan untuk bekerja di fasilitas perawatan lansia sambil tetap dapat menjalani latihan fisik mereka.

Salah satunya di sebuah panti lansia di Prefektur Kochi yang mempekerjakan petarung MMA yang bekerja pada siang hari dan berlatih pada malam hari. Menurut pengelola panti, para atlet tersebut ternyata sangat sabar dan penuh perhatian saat merawat lansia.

Meski dikenal karena fisiknya yang kuat, para atlet ini tidak hanya membantu mengangkat atau memindahkan lansia. Mereka juga dilatih untuk memberikan perawatan sehari-hari, mendampingi aktivitas, hingga membangun hubungan emosional dengan penghuni panti.

Laporan dari berbagai media menunjukkan bahwa banyak lansia merasa senang dengan kehadiran para atlet tersebut. Mereka membawa energi positif, suasana yang lebih hidup, dan sering kali menjadi teman berbincang bagi para penghuni panti. Bahkan, beberapa lansia menganggap mereka seperti cucu sendiri. (lia)

berita lansia,jepang,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

Umroh Ramah Lansia, Jadi Solusi Ibadah Tanpa Menunggu Lama

Menjadi Caregiver Terbaik, Justru dengan Mendengarkan "Isi Hati" Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026