
Geriatri.id - Menua dan menjadi lanjut usia (lansia) merupakan proses alami yang disertai dengan penurunan kondisi fisik, psikologis, dan sosial.
Proses menjadi lansia tidak dapat dihindari. Bagi setiap orang yang sedang mengalami proses perkembangan menjadi lansia perlu memahami segala perubahan yang terjadi.
Gangguan cemas
Gangguan cemas yang dapat terjadi pada lansia
- Perasaan khawatir berlebihan terhadap kejadian yang terjadi
- Sulit tidur sepanjang malam
- Rasa tegang dan lekas marah
- Sering membayangkan hal-hal menakutkan
- Sering mengeluh gejala fisik yang ringan dan takut akan penyakit berat seperti kanker, jantung, dan lain-lain yang sebenarnya tidak dideritanya
Depresi
Sejalan bertambahnya usia seseorang, kecenderungan mengalami depresi juga meningkat. Gangguan depresi pada lansia dapat terjadi dengan berbagai gejala, seperti sulit tidur, nyeri otot dan sendi, gangguan cemas dan kurang nafsu makan.
Kesehatan jiwa menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses penuaan. Bagi sebagian orang, menjadi lansia adalah salah satu hal yang tidak diinginkan.
Keadaan tersebut tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan jiwa lansia.
Masalah kesehatan jiwa pada lansia
Stres
Proses menjadi lansia merupakan proses perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memicu terjadinya stres.
Penyebab stres pada lansia
1. Kondisi fisik yang mulai menurun
2. Kondisi psikologis, seperti ketakutan (takut merepotkan anak, takut ditinggalkan pasangan, takut tidak tidak diberdayakan lagi, dan lain-lain), dan cara pandang yang sempit tentang perubahan hidup.
3. Keluarga yang kurang perhatian terhadap
kondisi lansia
4. Kondisi lingkungan yang berubah. Hal ini dapat dipicu hubungan sosial dengan orang lain seperti, beberapa teman sudah tidak ada (meninggal), perubahan status dan peran sosial di masyarakat.
Paranoid
Paranoid merupakan perasaan curiga berlebihan yang dapat terjadi pada lansia.
Lansia terkadang merasa ada yang mengancam, ada yang membicarakan atau sedang berkomplot melukainya, perasaan curiga dan memusuhi anggota lainnya tanpa alasan yang jelas.
Demensia
Demensia sering terjadi pada lansia, dengan gejala sering lupa dengan kejadian yang dialami dan dalam keadaan lebih berat dapat lupa dengan nama sendiri dan keluarganya.
gejala lainnya mengabaikan kebersihan diri, sering mengulang-ulang kata atau pertanyaan, lupa waktu dan tempat, serta sifat dan perilaku berubah menjadi keras kepala dan cepat marah.
Cara memelihara kesehatan jiwa
- Mensyukuri dan menyadari bahwa masa lansia merupakan proses alamiah yang dialami setiap orang
- Tetap melakukan kegiatan produktif yang dapat mendorong dan merangsang semangat hidup (meningkatkan emosi dan pikiran yang positif)
- Ikut serta kegiatan sesama lansia yang merupakan wahana sosialisasi dan berbagi pengalaman
- Tidak menarik diri dalam kegiatan sosial
- Selalu menjalin komunikasi dengan pasangan dan keluarga dalam menghadapi masa lansia
- Konsultasi dengan tenaga kesehatan, psikiater atau psikolog jika ditemukan tanda-tanda gangguan jiwa.***
Sumber: Soerojo Hospital
Ilustrasi - Demensia kerap menyerang lansia.(Pixabay)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri