
Geriatri.id - Haji Ramah Lansia menjadi tagline Kementerian Agama dalam penyelengaraan haji 1445H. Untuk itu, layanan menjadi aspek kritis karena petugas PPIH harus memahami masalah yang dihadapi lansia.
Selain memahami kebutuhan lansia, petugas PPIH harus memahami hak dan layanan yang disediakan, cara pendampingan, dan berkomunikasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
“Petugas harus cepat dan siaga, dengan pengetahuan karakteristik, pengenalan studi kasus dan permasalahan serta memberikan layanan terbaik, namun tetap dengan sikap yang baik, menghargai, dan memahami kebutuhan lansia,” ujar Fasilitator Kelas Tusi Lansia Bimtek PPIH Arab Saudi 2024, Vita Priantina Dewi saat mengisi materi kelas tusi Bimtek PPIH Arab Saudi 2024 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis 21 Maret 2024.
Melayani jemaah lansia, petugas harus memberikan empati, etika, dan etiket yang baik karena keberagaman karakteristik lansia membutuhkan cara perlakukan dan pendekatan masing-masing.
“Memberikan dukungan sosial dan semangat kepada lansia juga menjadi aspek penting yang tidak boleh luput. Dengan informasi ini, maka kita akan bisa lebih memahami cara berpikir jemaah lansia dan memberikan solusi tepat dari apa yang dibutuhkan oleh mereka,” katanya.
Haji Ramah Lansia telah dimulai pada 2023 atau 1444H. Tujuannya membantu aksesibilitas jemaah haji lansia dalam proses penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Vita, jemaah lansia terbagi menjadi dua kategori.
"Pertama lansia potensial dengan kondisi sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Dan kedua kategori lansia tidak potensial yaitu lansia dengan kondisi disabilitas," kata Vita.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami penuaan penduduk. Dampaknya terjadi peningkatan penduduk dengan kategori usia 60 tahun ke atas.
Pada kategori umur tertentu, khususnya pada sektor karakteristik, kebutuhan, dan masalah yang dihadapi mempunyai keberagamannya masing-masing.
“Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Klasifikasi lansia terbagi menjadi 3, yaitu lansia muda dengan 60-69 tahun, lansia madya 70-79 tahun, dan lansia tua dengan usia 80 tahun keatas.
Pada sektor kondisi kesehatannya, 24,35% lansia mengalami sakit,” pungkasnya.***
Foto: Fasilitator Kelas Tusi Lansia Bimtek PPIH Arab Saudi 2024, Vita Priantina Dewi.(Kemenag)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri