
Geriatri.id - Warren Buffett yang saat ini berusia 93 tahun adalah salah satu orang terkaya di dunia. Berbeda dengan miliarder lainnya, Buffett terlihat lebih bahagia.
Lansia pengusaha kelahiran 30 Agustus 1930 ini dikenal karena pandangannya yang optimis dan menghargai hidup.
Dalam sebuah wawancara dikutip dari Medium.com, Buffett menjawab pertanyaan apa yang membuat dirinya selalu bahagia.
“Setiap hari saya melakukan apa yang saya sukai bersama orang tercinta," ujarnya.
Buffett melihat pekerjaan seseorang dan orang-orang yang bekerja dengannya berpengaruh besar pada kebahagiaan.
Kunci kebahagian laninnya, menurut Buffett adalah menjaga lingkaran sosial.
Penelitian menunjukkan bagaimana hubungan antara hubungan seseorang dengan kesehatan.
Berikut tujuh ciri orang yang benar-benar bahagia versi Warren Buffett:
1. Tidak pamer
Orang yang benar-benar bahagia tidak berpikir untuk pamer.
Bagi mereka, kepuasan adalah keadaan pikiran dibanding apa yang dipamerkan.
Orang yang benar-benar bahagia tidak merasa perlu membahas pencapaian mereka.
2. Mengabaikan omong kosong
Menyaring informasi dari media sosial memang tidak mudah, namun harus dilakukan karena banyak informasi yang tidak bernilai.
Orang bahagia menyadari energi mental mereka sangat berharga dan tidak menyia-nyiakannya dengan mengonsumsi informasi tidak bernilai.
Mereka memilih buku, informasi dan orang-orang di sekitar dengan hati-hati.
3. Belajar setiap hari
Warren Buffett mempraktikkan Aturan 5 Jam. Dia menghabiskan sedikitnya lima jam per hari untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru.
Dalam beberapa wawancara, Buffett mengatakan membaca dan kesabaran yang menyebabkan kekayaannya bertambah.
Sebagai orang semangat belajar seumur hidup, Buffett menunjukkan kebahagiaan mereka yang berinvestasi dalam diri sendiri dan pertumbuhan pribadi.
4. Membantu orang kurang beruntung
Warren Buffett merupakan salah seorang miliarder yang dermawan.
Dia telah memberikan lebih dari 35 miliar dolar AS untuk amal.
Menurut Buffett, orang bahagia adalah mereka yang memberikan kembali kepada orang kurang beruntung sehingga dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Membantu orang lain tidak selalu dalam bentuk dukungan finansial tetapi bisa waktu dan energi.
5. Sering tertawa
Tertawa membuat orang lebih bahagia.
Penelitian menunjukkan tertawa membuat orang lebih terbuka menerima orang baru serta membantu membangun dan memperkuat hubungan.
Studi lain menunjukkan tertawa dapat mempertajam ingatan sekaligus mengurangi hormon stres kortisol.
Memilih pekerjaan dan berada di sekitar orang yang disukai akan mengarah pada lebih banyak kebahagiaan.***
Ilustrasi - Membantu orang kurang beruntung.(Pixabay)
Video Lansia
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri