
Geriatri.id - Semua orang termasuk lansia bisa mengalami gangguan pendengaran, suatu kondisi di mana terjadi gangguan dalam proses pendengaran normal.
Gangguan pendengaran dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk kelainan pada telinga luar, telinga tengah, atau telinga dalam, serta kerusakan pada saraf pendengaran.
- Sensorineural
Sensorineural terjadi akibat gangguan sensori atau saraf pada telinga bagian dalam.
Pemicunya paparan suara keras, proses penuaan, obat-obatan yang merusak telinga (ototoksik), penyakit tertentu (misalnya meningitis), faktor genetik, trauma kepala, dan kelainan struktur pada telinga dalam.
- Konduktif
Konduktif terjadi karena adanya suatu hambatan yang mengganggu penghantaran suara (konduksi) dari telinga luar melalui telinga tengah hingga sampai telinga dalam.
Pemicunya penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, adanya benda asing dalam telinga, kelainan bentuk telinga, trauma pada telinga, dan sebab lain.
- Campuran
Disebabkan campuran antara gangguan sensorineural dan konduktif.
Gejala gangguan pendengaran dapat timbul pada salah satu atau kedua telinga dengan tingkat keparahan bervariasi mulai dari ringan hingga berat.
Gejala yang sering ddapat dialami
- Kesulitan mendengar pembicaraan orang lain secara jelas atau kesalahan mendengar terutama pada situasi ramai.
- Sering meminta orang mengulang pembicaraan.
- Mendengarkan musik atau TV lebih keras dari orang biasa.
- Kesulitan mendengarkan saat menggunakan HP atau telepon.
- Kesulitan mendengar jika orang berbicara tidak berhadapan (misalnya dari belakang).
Diagnosis dan pengobatan
Untuk menentukan penyebab gangguan pendengaran dapat dilakukan dengan garpu tala, teknik audiometer, acoustic immittance, otoacoustic emissions (OAE), auditory brainstem response (ABR) dan cara lainnya.
Pengobatan gangguan pendengaran sangat tergantung dari penyebab gangguan pendengaran. Misalnya pada gangguan konduksi, pengobatan dapat dilakukan dengan mengeluarkan benda asing atau kotoran telinga.
Beberapa alat yang dapat membantu mengatasi masalah pendengaran, seperti penggunaan alat bantu dengar, implan koklea, auditory brainstem implant, dan teknik lainnya.***
Ilustrasi - Gangguan pendengaran.(Pixabay)
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri