Gangguan pada Lansia, Mengenal Delirium dan Jenisnya


Berita Lansia - Delirium adalah perubahan serius dalam kemampuan mental seseorang yang mengakibatkan kebingungan berpikir dan kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. 

2024-03-20 10:49:44

Geriatri.id - Delirium merupakan salah satu gangguan yang kerap terjadi pada lansia. Delirium adalah perubahan serius dalam kemampuan mental seseorang yang mengakibatkan kebingungan berpikir dan kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. 

Dikutip dari Mayo Clinic, delirium terjadi ketika sinyal di otak tidak dikirim dan diterima dengan baik.

Gangguan ini biasanya muncul dengan cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari.

Delirium seringkali dapat ditelusuri ke satu atau lebih faktor. Faktornya mungkin termasuk penyakit yang parah atau berkepanjangan atau ketidakseimbangan dalam tubuh, seperti rendahnya natrium. 

Gangguan ini juga dapat disebabkan obat-obatan tertentu, infeksi, pembedahan, atau penggunaan atau penarikan alkohol atau narkoba.

Gejala delirium terkadang disalahartikan dengan gejala demensia. Penyedia layanan kesehatan mungkin mengandalkan masukan dari anggota keluarga atau pengasuh untuk mendiagnosis gangguan tersebut.

Gejala delirium biasanya dimulai dalam beberapa jam atau beberapa hari. Gejala sering datang dan pergi pada siang hari dan mungkin ada periode tanpa gejala. 

Gejalanya cenderung lebih buruk pada malam hari ketika hari gelap dan segala sesuatunya terlihat kurang familiar. 

Penyakit ini juga cenderung menjadi lebih buruk di lingkungan yang tidak biasa, seperti di rumah sakit.

Para ahli telah mengidentifikasi tiga jenis delirium.

1. Delirium hiperaktif


Ini mungkin tipe paling mudah dikenali. Orang dengan tipe ini mungkin gelisah dan mondar-mandir di ruangan.

Mereka juga mungkin merasa cemas, mengalami perubahan suasana hati yang cepat, atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Orang dengan tipe ini sering kali menolak perawatan.

2. Delirium hipoaktif

Orang dengan tipe ini mungkin tidak aktif atau aktivitasnya berkurang. Mereka cenderung lesu atau mengantuk. 

Mereka mungkin tampak linglung. Mereka tidak berinteraksi dengan keluarga atau orang lain.

3. Delirium campuran

Gejalanya melibatkan kedua jenis delirium. Orang tersebut mungkin dengan cepat beralih dari gelisah dan lesu.***

Ilustrasi - Seorang lansia sedang cemas.(Pixabay)

Video Lansia 

 


ARTIKEL LAINNYA

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

Radio vs Gadget: Mana yang Lebih Disukai Lansia?

Humor dan Kehangatan: “Obat” Sederhana dalam Merawat Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026