Periode Emas dan Penanganan Penderita Stroke


Berita Lansia - Penanganan yang ditunda membuat penderita stroke akan mengalami kematian sel yang dampak pasca serangannya lebih kompleks.

2024-03-16 21:52:09

Geriatri.id - Stroke harus segera mendapatkan agar dampak yang ditimbulkannya tidak fatal. Penanganan yang ditunda membuat penderita stroke akan mengalami kematian sel yang dampak pasca serangannya lebih kompleks.

Saat terjadi serangan stroke, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Pasien harus mendapatkan penanganan dari orang yang ahli agar tidak berakibat fatal.

Dikutip dari laman Kemenkes, penyakit stroke merupakan salah satu gangguan pada fungsi otak yang terjadi lebih dari 24 jam dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. 

Karena terjadi cukup singkat dan mendadak, periode stroke terjadi sekitar 4,5 jam sejak serangan. Dengan membawa ke rumah sakit, mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Meski periode emas penderita stroke sekitar 4,5 jam sebaiknya pasien segera datang maksimal 2 jam setelah serangan.

Ini karena serangan stroke yang terjadi selama 1 menit membuat 32 ribu sel mati sehingga dalam waktu sekitar 1 jam, 120 juta sel mati. 

Semakin lama penanganan pada penderita stroke, dampak yang ditimbulkan kompleks. Waktu menjadi indikator paling penting bagi penderita stroke.

Upaya penanganan pasien berlangsung selama 6 jam dengan menggunakan alat bantu. Namun pada beberapa kondisi, penanganan bisa lebih dari 12 jam. 

Semakin lama waktu penanganan, kondisi pasien akan memburuk.

Jika pasien penderita stroke mengalami penyumbatan darah, penanganan dilakukan dengan memberikan obat trombolisis untuk pelepasan penyumbatan kurang dari 1 jam.

Jika penyumbatan pembuluh darah besar, penanganan dilakukan dengan memakai alat CathLab.

Namun, jika pembuluh darah pecah, penanganan dilakukan dengan menggunakan alat kateterisasi untuk mengeluarkan pecahan darah.

Selanjutnya jika pendarahan pada pasien stroke terjadi cukup besar, harus dilakukan operasi.***

Ilustrasi - Serangan stroke.(Pixabay)

 


ARTIKEL LAINNYA

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

Radio vs Gadget: Mana yang Lebih Disukai Lansia?

Humor dan Kehangatan: “Obat” Sederhana dalam Merawat Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026