
Geriatri.id - Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim di dunia. Di bulan ramadan, umat muslim menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Jika memiliki kondisi kesehatan karena faktor usia atau mengidap diabetes atau penyakit lainnya tetapi ingin tetap berpuasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Sonya Islam, MPH, RD adalah mantan Extension Associate di Cornell Cooperative Extension, dan merupakan Ahli Diet Terdaftar.
Sonya mengatakan puasa selama bulan Ramadan merupakan latihan mental dan fisik.
Dia memberikan beberapa tips yang dapat membantu umat muslim menyesuaikan diri dengan puasa ramadan.
1. Tetap terhidrasi
Cobalah minum cairan beberapa kali sepanjang malam, meskipun tidak merasa terlalu haus - rasa haus merupakan sinyal tubuh sudah mengalami dehidrasi.
Pilih cairan yang tidak mengandung kafein, karena minuman berkafein dapat menyebabkan dehidrasi.
Ingat, berbuka dengan air untuk memastikan tubuh mendapatkan sumber hidrasi terbaik sebelum terganggu oleh makanan.
Tapi, jangan minum terlalu banyak dalam satu waktu karena dapat mengencerkan elektrolit tubuh, sehingga menyebabkan kondisi fatal yang disebut keracunan air.
2. Keanekaragaman adalah bumbu kehidupan
Makan berbagai makanan di malam hari karena tubuh membutuhkan nutrisi yang baik untuk mengimbangi stres akibat puasa.
Biji-bijian utuh, sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, lemak sehat dapat memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
3. Ukuran porsi itu penting
Tubuh memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk menyadari sudah cukup makan. Jadi jangan makan berlebihan saat berbuka.
Makan dengan penuh kesadaran dan mendengarkan ketika rasa lapar benar-benar terpuaskan akan mengurangi stres pada tubuh dan memberi lebih banyak energi dibandingkan makan dalam jumlah besar sekaligus.
4. Terus bergerak
Meski berpuasa bisa melelahkan secara fisik, coba untuk tidak terlalu banyak duduk. Jika biasanya berolahraga di pagi hari, lihat bagaimana perasaan tubuh jika berolahraga di malam hari setelah berbuka puasa.
Olahraga berat bukan ide yang baik di siang hari karena tubuh bisa cepat mengalami dehidrasi.
Berjalan-jalan singkat atau beberapa peregangan dapat membantu menjaga energi sepanjang hari.
5. Mengonsumsi makanan seimbang saat sahur
Beberapa elemen disarankan disertakan dalam sahur diantaranya biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayuran segar, protein dan lemak sehat.
Jangan lupa minum air putih saat sahur.
6. Percayai perasaan tubuh
Setiap orang adalah individu dan mungkin merasa paling baik dengan cara makan berbeda.
8. Rayakan!
Ramadan adalah bulan paling membahagiakan dalam setahun. Nikmati makanan bersama orang lain, wujudkan niat baik, dan bersabarlah.***
Ilustrasi - Bermacam jenis sayuran.(Pixabay)
Untuk informasi seputar puasa yang berhubungan dengan kelansiaan KLIK DISINI
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri