
Oleh: dr. Wanarani Aries, SpKFR
Geriatri.id - Rehabilitasi medik adalah proses mengembalikan seseorang dari perannya sebagai pasien menjadi seorang manusia seutuhnya.
Sebagai contoh, ketika seorang lansia menderita kesulitan dalam mobilitas, maka tujuan rehabilitasi medis adalah melatih lansia tersebut untuk meningkatkan keseimbangan tubuh, koordinasi dan cara berjalan (gait), sehingga pasien mampu melakukan mobilitas kembali dengan aman seperti berpindah dari tempat tidur ke kursi roda, bergerak di tempat tidur, berbalik dan berganti posisi dengan aman.
Dalam proses rehabilitasi medik, terdapat pula konsep upaya pencagahan.
Pertama, pencegahan primer, yaitu mencegah lansia sehat agar jangan sakit atau mengalami hendaya.
Kemudian pencegahan sekunder yaitu, lansia yang sakit atau mengalami hendaya jangan sampai mengalami disabilitas.
Pencegahan tersier, lansia yang mengalami disabilitas jangan mengalami kecacatan (handicap).
Dalam proses rehabilitasi medis, langkah pertama adalah mengatasi masalah medis utama, dan menjaga kondisi pasien stabil yang menjadi dasar mengawali program rehabilitasi medis.
Langkah kedua, mencegah komplikasi sekunder seperti malnutrisi, gangguan kognisi, depresi, dekubitus, ketergantungan psikologis dan sebagainya.
Langkah ketiga adalah mengembalikan fungsi yang hilang. Apa saja?
Pertama, nilai kemampuan fungsional yang masih tersisa dan dimaksimalkan.
Kedua, bila perlu, gunakan alat bantu agar pasien mandiri dan mampu bersosialisasi.
Walaupun penyebab gangguan fungdi tak dapat dihilangkan, pasien tetap mampu beraktivitas.***
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri