
Geriatri.id - Teh menjadi minuman masyarakat Indonesia selain kopi. Banyak manfaat minum teh mulai dari menenangkan pikiran, mengurangi stres hingga berpotensi memiliki umur panjang.
Para peneliti melalui sebuah studi menemukan minum secangkir teh beberapa kali dalam sepekan berpotensi meningkatkan peluang panjang umur.
Studi itu diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology.
"Orang-orang dengan kebiasaan minum teh, 1,41 tahun lebih lama untuk terserang penyakit kardiovaskular aterosklerosis dan memiliki 1,26 tahun lebih lama usia harapan hidup pada usia 50 tahun," ujar peneliti.
Menurut studi itu, mengonsumsi teh dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik dan semua penyebab kematian, terutama di antara peminum teh yang konsisten.
Berikut 7 jenis teh yang berpotensi memperpanjang umur menurut pakar nutrisi Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC, dikutip dari Eat This:
1. Teh Oolong
Teh yang dapat meningkatkan harapan hidup dikenal dengan sebutan 'true teas (teh sejati).
Teh ini mengandung ratusan senyawa bioaktif yang dihubungkan dengan efek positif pada kesehatan. Senyawa itu antara lain asam amino, kafein, lignin, protein, xanthine, dan flavonoid.
Salah satu teh sejati itu adalah teh oolong yang mengandung senyawa bersifat anti-kanker.
"Teh oolong adalah teh populer di masyarakat China. Seperti teh sejati lain, teh oolong mengandung senyawa EGCG (Epigallocatechin gallate), yang memiliki properti anti-kanker," ujar Manaker.
Manfaat teh oolong dalam mencegah kanker sudah teruji dalam sebuah penelitian.
"Sebuah studi yang membandingkan kebiasaan minum teh pada pasien kanker rahim menemukan mereka yang tidak terserang kanker rahim punya kebiasaan minum teh hijau atau teh oolong lebih sering dibanding pasien pengidap kanker rahim," jelasnya.
2. Teh Kunyit
Selama ini mungkin orang hanya menjadikan kunyit sebagai bumbu dapur. Padahal kunyit bisa diolah menjadi minuman teh berkhasiat untuk kesehatan dan memperpanjang umur.
Kunyit mengandung zat curcumin yang berpotensi mengatasi beberapa jenis kanker.
3. Teh Putih
Mungkin masih banyak orang yang asing dengan teh putih. Padahal teh putih mengandung sejumlah senyawa penting yang bermanfaat untuk kesehatan, terutama EGCG.
"Teh putih memiliki konsentrasi katekin, seperti EGCG lebih tinggi dibanding jenis lain. Selain itu, teh putih mengandung antioksidan dan antiproliferatif yang dapat melawan sel kanker," kata Manaker.
4. Teh Hitam
Jenis teh lainnya yang juga berkhasiat bagi kesehatan adalah Teh hitam. Menurut Manaker, teh hitam bermanfaat dalam memperpanjang umur.
Caranya dengan mendukung kesehatan jantung dan memitigasi risiko penyakit kardiovaskular.
"Data menunjukkan risiko orang yang mengonsumsi tiga hingga empat cangkir teh hitam setiap hari dari penyakit jantung dan stroke lebih kecil," kata Manaker.
Studi itu menemukan risiko kematian dini orang yang mengonsumsi tiga hingga empat cangkir teh hitam setiap hari 9-13 persen lebih rendah dibanding yang jarang minum teh hitam.
5. Teh Hijau
Teh hijau akrab dengan keseharian masyarakat Jepang yang harapan didup penduduknya lebih panjang dibanding negara lain.
Sebuah studi menemukan risiko orang Jepang yang mengonsumsi dua cangkir teh hijau setiap hari terkena penyakit kardiovaskular lebih rendah.
Persentasenya 22-33 persen dibanding mereka yang mengonsumsi teh hijau kurang dari dua cangkir.
Teh hijau dapat kulit, sehingga membuat wajah tampak awet muda.
"Teh hijau bubuk Jepang, matcha, mengandung zat antioksidan dan antiperadangan tinggi. Matcha juga berkhasiat untuk kesehatan, terutama karena kandungan katekinnya yang tinggi," kata Manaker.
6. Teh Hibiscus
Teh hibiscus mengandung sejumlah senyawa alami yang membantu memperpanjang umur.
"Meski kandungan dalam teh hibiscus berbeda dengan teh sejati lain, teh ini punya khasiat unik karena senyawa alami yang dimilikinya. Sejumlah data menunjukkan mengonsumsi teh hibiscus setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang membantu orang hidup lebih lama," terang Manaker.
SElain itu, teh hibiscus memiliki efek antivirus dan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
7. Teh Chamomile
Sebuah studi menemukan risiko wanita yang rutin mengonsumsi teh chamomile terkena penyakit 29 persen lebih rendah dibanding wanita yang tidak.
Studi ini dilakukan peneliti dari University of Texas Medical Branch di Galveston
Manfaat lain teh chamomile, memperlambat pengeroposan tulang efek pertambahan usia, menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung, memperkuat sistem imun tubuh, dan berpotensi melindungi dari beberapa jenis kanker.***
Ilustrasi - Manfaat teh hitam meningkatkan harapan hidup.(Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri