
Geriatri.id - Ibu Kota Kedah, Kelantan, dan Terengganu menjadi kota termurah untuk kelompok lanjut usia (lansia) di Malaysia. Perkiraan biaya hidup bulanan minimum sekitar RM2,100.
Sedangkan Lembah Klang menjadi kota termahal dengan biaya hidup setidaknya RM2,520 per bulan,
Pasangan pensiunan akan memerlukan anggaran lebih tinggi antara RM2.600 - RM3.200 setiap bulan jika tinggal di salah satu dari 12 kota di Malaysia berdasarkan Panduan Belanjawanku 2022/2023.
Dalam panduan Belanjawanku 2022/2023, lansia didefinisikan sebagai mereka yang berusia 60 tahun ke atas.
Panduan Belanjawanku disusun Employees Provident Fund (EPF) dan disiapkan Social Wellbeing Research Center (SWRC) Universiti Malaya (UM).
Usia pensiun wajib di Malaysia kini 60 tahun. Menurut panduan pengeluaran, lima kota termahal di Malaysia untuk pensiunan tunggal dan pasangan pensiunan secara konsisten adalah Lembah Klang, Georgetown di Penang, Johor Baru di Johor, Kota Kinabalu di Sabah, dan Seremban di Negeri Sembilan.
Untuk pensiunan tunggal di kota-kota ini, mereka membutuhkan setidaknya RM2,200 - RM2,500 per bulan.
Sementara pasangan pensiunan di lima kota termahal teratas memerlukan minimal RM2,900 hingga RM3,200 per bulan.
Ipoh di Perak, tempat populer untuk pensiun di Malaysia, berada di urutan keenam dengan RM2,840 untuk pasangan pensiunan dan RM2,190 untuk pensiunan tunggal.
Berapa anggaran bulanan minimum seorang pensiunan?
Di Alor Setar, Kedah, warga lansia yang hidup sendiri dapat hidup dengan RM2,020 per bulan.
Pengeluaran ini mencakup makanan (RM530), transportasi (RM490), perumahan (RM400), utilitas (RM150), ad-hoc atau satu - belanja off (RM120), pengeluaran diskresi (RM120), partisipasi sosial (RM100), perawatan pribadi (RM60), dan perawatan kesehatan (RM50).
Di Lembah Klang, anggaran bulanan pensiunan tunggal lebih mahal RM500 dari Alor Setar yang sebesar RM2,520.
Anggaran pensiunan tunggal di Lembah Klang meningkat karena perkiraan biaya perumahan RM300 lebih mahal dibanding Alor Setar. Artinya perumahan di Lembah Klang bernilai RM700.
Hal ini sesuai dengan tren harga perumahan yang lebih tinggi di kota maju.
Harga properti di Lembah Klang juga dipengaruhi permintaan yang lebih tinggi, pertumbuhan populasi, peningkatan biaya konstruksi dan fluktuasi pasar perumahan.
Hal yang diperkirakan akan menambah biaya bagi pensiunan Lembah Klang adalah makanan (RM610), partisipasi sosial naik RM50 menjadi minimum RM150, pengeluaran diskresi naik RM30 (RM150), layanan kesehatan naik RM20 (RM70), belanja ad-hoc juga naik RM20 (RM140).
Sedangkan biaya yang diperkirakan sama dengan Alor Setar adalah transportasi, utilitas, dan perawatan pribadi.
Di Lembah Klang, anggaran bulanan minimum naik 27 persen atau RM690 lebih banyak untuk pasangan lansia (RM3,210), jika dibandingkan anggaran lajang senior ***
Ilustrasi- Kota Kinabalu, Malaysia.(Pixabay)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri