
Geriatri.id - Menjadi seorang caregiver atau pengasuh bukanlah tugas yang mudah. Terutama saat harus merawat lansia yang sakit dengan menyediakan kebutuhan medis dan pribadi mereka.
Biasanya, seorang caregiver merawat orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka, seperti orang tua yang sudah lanjut usia atau tidak mampu merawat diri sendiri, anggota keluarga inti, sahabat, atau bahkan tetangga dekat yang sedang mengalami sakit kronis.
Meskipun menjadi caregiver adalah tindakan mulia, namun hal tersebut juga dapat membawa dampak negatif jika dilakukan secara terus-menerus.
Terutama karena peran ini dapat menguras emosi, fisik, dan juga dapat mengganggu kesehatan mental.
Seringkali, merawat orang lain dapat menyebabkan stres dan kelelahan, sehingga seorang caregiver mungkin merasa perlu untuk berhenti sejenak.
Kondisi tersebut disebut dengan caregiver burnout.
Baca juga: Waspada Nyeri Punggung pada Lansia, Kenali Penyebabnya
Dikutip dari Everyday Health, caregiver burnout adalah kelelahan yang dialami oleh para pengasuh, yang sering kali menyerupai periode depresi yang berkepanjangan.
Hal ini ditandai dengan mati rasa atau panik, serta perasaan bahwa upaya untuk memperbaiki situasi tidak akan berhasil.
Beberapa definisi burnout membatasi fenomena ini pada pekerjaan, namun banyak orang mengakui bahwa menjadi caregiver juga dapat menyebabkan kelelahan yang serupa.
Burnout berbeda dengan stres dalam merawat anak atau berkabung, karena sering kali disertai dengan rasa mati rasa.
Hal ini dapat menyebabkan kehilangan emosi dan perasaan terpukul oleh keadaan yang sulit, sehingga sulit untuk bangkit kembali.
Tidak semua orang mengalami caregiver burnout dengan cara yang sama atau pada waktu yang sama.
Ini bisa terjadi ketika merawat seseorang dengan diagnosis yang menantang atau bahkan ketika merawat seseorang dengan diagnosis yang kurang menantang.
Caregiver burnout terjadi ketika pengasuh tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan dan merasa terlalu lelah, baik secara fisik maupun mental.
Baca juga: 3 Makanan yang Bisa Menjadi Pemanis Sehat Pengganti Gula Bagi Lansia
Sejumlah tanda seorang pengasuh mengalami caregiver burnout diantaranya, perubahan sikap, penarikan diri dari teman dan keluarga, kehilangan minat pada hal-hal yang disukai sebelumnya, serta perubahan pola tidur dan kebiasaan makan.
Penting untuk diingat bahwa ada cara untuk mengatasi caregiver burnout seperti bergabung dengan komunitas caregiver, merasakan dan mengakui emosi, menemui seorang terapis, serta menjaga perawatan diri adalah langkah-langkah yang dapat membantu mengatasi kelelahan tersebut.
Merawat orang yang dicintai adalah tugas yang mulia, namun ingatlah bahwa merawat diri sendiri juga penting agar dapat memberikan perawatan terbaik bagi orang yang disayangi.***
Foto ilustrasi: Seorang pengasuh mengalami caregiver burnout. (Pixabay)
Video Lansia Onlie
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri