
Geriatri.id - Pemerintah Indonesia menggandeng Jepang dalam mewujudkan pelayanan transportasi publik yang inklusif bagi seluruh kalangan masyarakat melalui kerangka kerjasama ASEAN - Jepang.
Kerjasama dilakukan melalui kegiatan evaluasi lapangan terhadap pelayanan transportasi publik bagi penyandang disabilitas dan lansia di Indonesia.
Kementerian Perhubungan melalui Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN menjadi fasilitator kegiatan evaluasi yang melibatkan para ahli dari Jepang.
Tim evaluasi terdiri dari perwakilan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang serta para ahli dan konsultan asal Jepang.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Kemenhub bersama dengan operator transportasi berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana transportasi adaptif dan empati, kepada pengguna jasa kelompok rentan.
Kelompok rentan terdiri dari penyandang disabilitas, ibu hamil, lansia dan anak-anak.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Jepang yang telah melakukan evaluasi kepada kami.
Evaluasi ini dapat memperkaya pengetahuan kami dalam upaya menciptakan pelayanan transportasi yang inklusif,” ujarnya dikutip dari laman Kemenhub.
Menurut Tri Cahyadi, sejumlah upaya nyata telah dilakukan untuk mewujudkan transportasi ramah bagi kelompok rentan.
Upaya itu diantaranya penetapan regulasi yang menjadi pedoman dalam perencanaan, penyediaan sarana dan prasarana transportasi.
Selain itu, penyediaan sejumlah fasilitas seperti toilet khusus, guiding block, penggunaan ramp/bidang miring, ruang laktasi, area bermain anak, loket khusus, penyediaan kursi roda, tempat parkir khusus, dan fasilitas lainnya.
“Kami juga telah memberikan pelatihan rutin kepada petugas pelayanan transportasi publik agar lebih responsif, empati dan sensitif terhadap kelompok rentan,” katanya.
Stasiun MRT Jakarta menjadi lokus penilaian, karena menjadi salah satu prasarana transportasi yang dianggap cukup lengkap dalam penyediaan fasilitas dan aksesibilitas bagi disabilitas dan lansia.
Sejumlah fasilitas bagi penyandang disabilitas di stasiun MRT seperti blok taktil untuk memandu tunanetra, lift prioritas, pintu penumpang yang lebar, serta toilet khusus pengguna kursi roda.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Fasilitas lainnya juga telah mengakomodasi semua kalangan, diantaranya penempatan rambu dengan jarak dan sudut pandang nyaman bagi pengguna kursi roda, mesin tiket yang dapat dijangkau pengguna kursi roda, serta papan informasi dengan huruf braille.
Program ini merupakan wujud komitmen negara-negara di ASEAN untuk terus meningkatkan aksesibilitas transportasi publik bagi penyandang disabilitas dan lansia.***
Ilustrasi - Kelompok lanjut usia (lansia).(Pixabay)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri