
Oleh: dr.Anastasia Asylia D, SpPD
geriatri.id - Perubahan iklim global membawa dampak terhadap semakin meningkatnya suhu permukaan bumi. Musim panas menjadi lebih panjang dengan intensitas yang dari tahun ke tahun juga semakin meningkat.
Banyak gangguan kesehatan dapat terjadi akibat cuaca panas yang perlu diwaspadai, terutama pada penduduk lansia.
Di antara semua kelompok umur, lansia merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Hal ini dikarenakan proses menua menyebabkan pengaturan suhu tubuh menjadi terganggu, yakni menjadi lebih lambat dalam merespons perubahan suhu di lingkungan dan produksi keringat semakin berkurang.
Padahal keringat berguna untuk mengeluarkan panas dari dalam tubuh dan mendinginkan permukaan tubuh.
Banyak lansia juga sudah mempunyai penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal, diabetes melitus atau penyakit lain yang dapat mengganggu sirkulasi darah, pengaturan cairan dan suhu tubuh.
Kadar air pada tubuh lansia sendiri sudah berkurang menjadi 50% dibandingkan dengan dewasa muda yang mencapai 60% dari total berat badan.
Kita perlu mengenal gejala dan tanda gangguan kesehatan akibat panas, dari yang paling ringan, seperti badan terasa lelah, keluar keringat berlebihan, kulit menjadi kemerahan, badan lemas, pusing, sakit kepala, otot-otot terasa kram, mual muntah hingga pingsan.
Kondisi yang paling berbahaya akibat cuaca panas ini adalah heat stroke, dimana suhu badan menjadi sangat tinggi di atas 40 derajat Celcius, kulit kemerahan dan kering, jantung berdetak sangat cepat, sakit kepala hebat, muntah, kejang hingga kehilangan kesadaran.
Pencegahan merupakan hal yang paling penting untuk menghindari terjadinya gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Aktivitas fisik tetap boleh dilakukan namun harus memperhatikan hal-hal khusus.
Hal yang perlu diperhatikan adalah:
1. Mencegah dehidrasi
Minum air secara rutin dan lebih banyak dari biasanya; jangan menunggu hingga terasa haus dulu untuk minum.
Untuk mencegah dehidrasi disarankan untuk minum 8 gelas air setiap harinya, dapat berupa air putih, jus buah, kuah jus sayur, atau minuman yang mengandung elektrolit.
Namun jika lansia memiliki kondisi khusus yang membutuhkan pembatasan jumlah air dan garam, hal ini harus dikonsultasikan ke dokter masing-masing terlebih dahulu.
Warna air kencing (urin) dapat digunakan sebagai tanda berat ringannya dehidrasi. Semakin kuning tua dan pekat warna urin, maka semakin berat dehidrasinya.
2. Lindungi diri dari cuaca panas atau sinar matahari
Kenakanlah baju dengan bahan yang ringan, berwarna cerah dan longgar, gunakan topi atau payung.
Untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet gunakan tabir surya. Jika ingin berolahraga, lakukanlah di pagi atau sore hari saat matahari tidak terik.
3. Kenali gejala gangguan kesehatan akibat cuaca panas
Jika mulai muncul gejala akibat cuaca panas, segeralah mencari tempat yang teduh atau dingin, hentikan aktivitas fisik untuk sementara dan beristirahat hingga keluhan membaik.
Minum lebih banyak cairan terutama minuman yang mengandung elektrolit (seperti oralit, minuman olahraga atau jus buah).
Hindari konsumi kafein (kopi) berlebih atau alkohol karena dapat membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan.
Segera minta bantuan medis jika gejala dirasakan semakin memberat.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, diharapkan lansia dapat tetap bugar dan produktif di cuaca panas sekalipun, ya!***
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri