
Geriatri.id - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat bahwa jumlah jemaah haji lansia diprediksi tetap tinggi pada tahun 2024. Oleh karena itu, petugas haji diharapkan untuk memberikan pelayanan yang sangat baik kepada mereka.
Pernyataan ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo.
Wibowo menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan profesional kepada jemaah, terutama mereka yang lanjut usia.
"Tahun ini, jumlah jemaah lansia masih mendominasi. Untuk itu, petugas haji harus totalitas dan sepenuhnya mendedikasikan dirinya untuk memperhatikan jemaah," ujar Wibowo Prasetyo dalam Bimbingan Teknis Terintegrasi Petugas Haji Kloter di Asrama Haji Banda Aceh, Minggu (25/2/2024), sebagaimana dikutip dari laman Kemenag.
Baca juga: Proyeksi Harapan Hidup Penduduk Indonesia 72 Tahun pada 2035
"Seperti disampaikan Gus Menteri Agama, anggaplah jemaah sebagai bapak, ibu, kakek atau nenek kita. Bertugaslah dengan tanpa pamrih atau berharap balasan apa pun kecuali hanya ridha dari Allah SWT," sambungnya.
Sebagai kelanjutan dari tema sebelumnya, penyelenggaraan haji tahun 2024 akan tetap mengusung tema 'Haji Ramah Lansia'.
Hal ini disesuaikan dengan jumlah jemaah lansia yang diperkirakan mencapai lebih dari 40.000 orang dari total kuota haji Indonesia.
Wibowo juga mengingatkan para petugas haji untuk bekerja dengan tingkat profesionalisme yang tinggi.
Mereka harus memastikan bahwa pelayanan yang diberikan didasarkan pada pengetahuan yang tepat tentang tugas mereka, disiplin, dan pemahaman yang mendalam tentang tugas dan tanggung jawab mereka.
Menurut Wibowo, kunci keberhasilan adalah profesionalisme dalam bertugas. Hal ini akan memungkinkan para petugas untuk menghadapi situasi yang mungkin kompleks di lapangan tanpa kebingungan.
Wibowo menegaskan bahwa petugas yang tidak menunjukkan profesionalisme akan dipulangkan.
Dia mengutip contoh tahun sebelumnya di mana beberapa petugas harus dipulangkan karena perilaku mereka yang merugikan jemaah.
"Petugas nggak boleh justru malah merepotkan jemaah. Saya sendiri juga ditugasi langsung oleh Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas untuk memonitor kinerja para petugas," katanya.
Baca juga: Dampak Buruk Polusi Udara Bisa Sebabkan Gangguan Fungsi Otak Pada Lansia
"Jika tak profesional saya pasti akan rekomendasikan untuk dipulangkan. Sekali lagi, dedikasikan hanya untuk jemaah haji. Jemaah haji harus mendapat layanan terbaik dari petugas," jelasnya.
Wibowo juga mengapresiasi dedikasi luar biasa para petugas haji pada tahun sebelumnya, yang tercermin dalam tingkat kepuasan jemaah haji yang tetap tinggi.
Dia menyoroti bahwa petugas haji Indonesia diakui sebagai yang terbaik di dunia, dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain.
Dalam pandangan Wibowo, prestasi yang telah diraih harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa depan. Dia juga mengajak para petugas haji untuk menjadi duta bangsa Indonesia dengan menjaga reputasi mereka dengan baik sebagai perwakilan negara.
"Yang lebih penting, petugas haji saatnya menjadi humas yang baik. Semuanya harus menyampaikan informasi faktual dan sekaligus yang menenangkan bagi jemaah," kata Wibowo.
"Petugas harus jadi penjernih informasi atau clearance atas berita fake dan hoaks. Manfaatkan akun-akun media sosial masing-masing. Petugas harus memikiki akun media sosial. Buat berita pendek, video testimoni kepuasaan jemaah, narasi positif, dan lain-lain yang membuat jemaah atau keluarganya di Tanah Air merasa tenang karena jemaah terlayani dengan baik," pungkasnya.***
Ilustrasi - Jamaah haji lansia. (Pixabay)
Video Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri