Panduan Periksa Kesehatan Bagi Lansia


Berita Lansia - Proses penuaan menyebabkan lansia lebih berisiko mengalami berbagai penyakit.

2019-11-03 16:13:20

geriatri.id - Periksa kesehatan dianjurkan dilakukan secara rutin setiap tahun tanpa harus menunggu sakit atau mengalami keluhan gejala penyakit tertentu. Termasuk bagi lansia, periksa kesehatan menjadi semakin penting.

Pasalnya, proses penuaan menyebabkan lansia lebih berisiko mengalami berbagai penyakit. 

Nah, berikut beberapa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan:

1. Tekanan Darah 

Periksa darah tentu tak harus menunggu satu tahun, lansia dapat diperiksa setiap ada kesempatan.  

Ada alat tes tekanan darah yang praktis dan dapat digunakan secara mandiri di rumah. Bila lansia mengalami diabetes, penyakit jantung, penyakit hati, atau penyakit lainnya, tentu harus periksa tekanan darah secara rutin. 

2. DEXA Scan 

Pada lansia, jaringan tulang semakin lemah dan tulang tak menyerap mineral dengan baik. Tujuan pemeriksaan ini untuk mendeteksi kepadatan tulang.

Pindai DEXA melalui rontgen atau sinar-X sehingga bisa diketahui risiko risiko patah tulang, osteoporosis, atau masalah lain terkait kesehatan tulang. 

3. Berat Badan 

Lansia perlu mengontrol berat badannya. Bila berat badan naik atau turun secara drastis, kemungkinan ada masalah kesehatan.

Misal, berat badan bertambah bisa berarti ada retensi cairan (edema), penyakit ginjal, hati, atau jantung. Sedangkan, berat badan turun bisa menunjukkan infeksi bahkan kanker.
  
4. Tes Darah 
Lansia perlu melakukan cek darah lengkap setiap tahun. Di antaranya pemeriksaan sel-sel darah, gula darah, kolesterol, kadar hormon, hingga kadar elektrolit.  

5. Pemeriksaan EKG 

Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) berfungsi untuk mengecek aktivitas elektrik jantung.

Tujuannya untuk memantau kesehatan jantung. Pemeriksaan EKG dapat dilakukan 3 tahun sekali. Tapi, bila lansia memiliki penyakit jantung atau keluhan terkait jantun sebaiknya periksa EKG lebih sering.
 
6. Kolonoskopi 

Pemeriksaan ini untuk mencegah gangguan pencernaan atau kanker usus. Tes ini dilakukan setiap 2 tahun sekali. Namun, jika lansia memiliki masalah pencernaan, sebaiknya segera lakukan kolonoskopi. 

7. Periksa Mata 

Proses penuaan bisa memengaruhi kesehatan mata. Beberapa keluhan yang sering dialami adalah penglihatan berkurang atau hilang.

Penyebabnya bisa jadi mata plus, glaukoma, atau katarak. Maka lakukan periksa mata secara rutin atau jika lansia mengalami gejala tertentu.

8. Periksa Prostat 

Untuk lansia pria juga disarankan melakukan pemeriksaan prostat digital. Apalagi jika ia sudah mengalami gejala gangguan prostat.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau fungsi dan kesehatan prostat serta mendeteksi adanya pertumbuhan kanker. 

9. Mammogram

Bagi lansia wanita semakin berisiko mengalami kanker payudara. Penting untuk melakukan pemeriksaan mammogram dua tahun sekali.

Pemeriksaan ini berupa scan dengan sinar-X untuk mendeteksi apakah ada kelainan pada payudara.

10. Pap Smear

Pada lansia perempuan tes ini dilakukan untuk memantau kesehatan rahim. Tes ini bisa dilakukan tiga tahun sekali.***

lansia,rawat lansia,merawat lansia,geriatri,kesehatan lansia

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026