Haji Ramah Lansia 2024, Kemenag Matangkan Mitigasi Risiko dan Kedaruratan


Berita Lansia - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief meminta kualitas haji ramah lansia tahun ini dapat ditingkatkan, terutama pada aspek program dan mitigasi risikonya.

2024-02-24 14:52:28

Geriatri.id - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama Hilman Latief meminta kualitas haji ramah lansia tahun ini dapat ditingkatkan, terutama pada aspek program dan mitigasi risikonya.

“Haji Ramah Lansia pada aspek layanan sudah cukup baik. Ini berkaca dari penyelenggaraan haji 2023. Tapi mohon diperkuat programnya,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Hilman saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Program Haji Ramah Lansia dan Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H di Bekasi, Rabu 21 Februari 2024.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Menurut hilman, Program Haji Ramah Lansia perlu dimatangkan mulai dari sebelum jemaah berangkat, saat di Arab Saudi hingga kepulangan atau setelah berhaji.

Dikatakan Hilman, Haji Ramah Lansia menjadi perhatian pemerintah seiring dengan proyeksi masa depan jemaah haji yang jumlah lansianya akan terus bertambah. 

“Ini luar biasa. Baru setahun diterapkan dan direspon dengan baik. Ini menjadi catatan dari Menag untuk bisa terus dikembangkan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memperbaiki seluruh proses bisnis Haji Ramah Lansia, mulai dari filosofi, konsep dasar, program, dan layanan,” kata Hilman.

Selain penguatan program, Hilman juga menyinggung mitigasi risiko dan skenario kedaruratan penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M. 
Menurut dia, skenario kedaruratan perlu disiapkan sejak awal, termasuk upaya mengefektifkan komunikasi dalam memitigasi semua potensi persoalan.

“Kita perlu membangun akses dan relasi yang baik dengan tim Saudi, termasuk keamanan. Jika memungkinkan menghadirkan tim Kementerian Haji dalam peletihan petugas haji agar mereka bisa menjelaskan situasi dan kebijakan di Saudi,” sebut Hilman.

“Kita upayakan menggelar training bersama di Saudi dengan tim Saudi yang akan menangani Indonesia. Sehingga terbentuk kesamaan persepsi dalam melayani jemaah haji,” lanjutnya.


Kuota haji Indonesia tahun ini 221.000. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan 20.000 kuota sehingga totalnya 241.000 jemaah. 

Jumlah ini terdiri dari 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Jemaah haji reguler tahun ini yang masuk kategori lansia dengan usia 65 tahun ke atas sekitar 45.000.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Berbeda dengan 2023, tahun ini diterapkan kebijakan istithaah sebagai syarat pelunasan.

Jemaah yang akan melunasi biaya haji, harus memenuhi syarat istithaah kesehatan terlebih dahulu.

“Ini menjadi ikhtiar kami. Semoga, kondisi kesehatan Jemaah Haji tahun ini lebih baik,” pungkasnya.

Foto: Rapat Koordinasi Penyusunan Program Haji Ramah Lansia dan Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H di Bekasi, Rabu 21 Februari 2024.(Dok.Kemenag)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

Radio vs Gadget: Mana yang Lebih Disukai Lansia?

Humor dan Kehangatan: “Obat” Sederhana dalam Merawat Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026