
Geriatri.id - Bukan rahasia lagi tubuh mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia. Namun yang mungkin mengejutkan adalah salah satu perubahan itu melibatkan rasa haus.
Menurut spesialis perawat klinis geriatri Anne Vanderbilt, banyak lansia berusia 65 tahun ke atas tidak minum cukup cairan.
Mengapa lansia lebih rentan mengalami dehidrasi?
Lansia lebih berisiko mengalami dehidrasi karena komposisi tubuh mereka berubah seiring bertambahnya usia.
Orang berusia 65 tahun ke atas memiliki lebih sedikit air dalam tubuh mereka dibanding orang dewasa muda atau anak-anak. Penurunan fungsi ginjal pada lansia juga dapat mempengaruhi kadar cairan.
“Saat orang lanjut usia merasa haus, itu sudah merupakan indikasi dehidrasi dini,” ujar Vanderbilt dikutip dari health.clevelandclinic.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Air diperlukan untuk hampir setiap fungsi tubuh, mulai dari melumasi sendi hingga mengatur suhu tubuh dan memompa darah ke otot. Kurang asupan air dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan serius.
Itu sebabnya dehidrasi menjadi penyebab umum rawat inap orang berusia 65 tahun ke atas.
“Yang menambah masalah adalah gejala dehidrasi pada orang lanjut usia sering kali tidak disadari,” tambahnya.
“Gejala dapat dengan mudah dikaitkan dengan kondisi medis lain, pengobatan, atau efek alami penuaan.”
Dehidrasi terus-menerus dapat menyebabkan gejala lebih parah bagi lansia dan harus dirawat di rumah sakit.
Tips mencegah dehidrasi pada lansia
- Mengonsumsi lebih banyak cairan.
Aturan “delapan gelas air per hari” adalah rekomendasi umum yang menjadi populer karena mudah diingat.
“Tetapi beberapa orang tidak bisa mentolerirnya, dan terkadang Anda membutuhkan lebih banyak, seperti saat cuaca panas saat Anda berkeringat,” katanya.
- Campurkan air dengan irisan buah
Air sangat ideal untuk hidrasi, ttapi minum H2O sepanjang hari bisa membosankan.
Jadikan segelas cairan bening itu lebih menarik dengan memasukkan irisan buah, seperti lemon atau stroberi.
Susu sapi atau susu alternatif lainnya juga menawarkan hidrasi dan nutrisi. Ini juga berlaku untuk jus buah.
Jika khawatir dengan kadar gula, pertimbangkan untuk mencampur jus dan air.
- Hindari kafein
Minuman berkafein seperti teh dan kopi dapat memiliki efek diuretik, yang berarti akan buang air kecil lebih banyak.
Menikmati minuman itu dalam jumlah sedang tidak masalah. Tetapi jangan menjadikannya bagian penting dari asupan cairan harian.
- Makan makanan yang menghidrasi
Cairan tidak harus keluar dari gelas tetapi bisa juga dari piring.
Banyak makanan yang tinggi kandungan air dan dapat membantu tetap terhidrasi.
Daftar itu termasuk mentimun, seledri, dan semangka, yang mengandung 91% air.
- Tetap terhidrasi sepanjang hari
Tingkatkan hidrasi ke dalam rutinitas dan minum secara konsisten sepanjang hari, terutama ketika suhu mulai meningkat di hari-hari panas.
“Apa yang sering saya lihat pada lansia – orang berusia 80an dan 90an – adalah mereka tidak bisa duduk dan minum segelas penuh air sebanyak 8 ons,” kata Vanderbilt.
“Itu membuat mereka kenyang, menyebabkan kembung dan kemudian membuat mereka harus lari ke kamar mandi. Jadi, minum sedikit sepanjang hari lebih baik.”
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
- Ketahui kebutuhan cairan
Orang dengan kondisi medis tertentu – gagal jantung, misalnya – mungkin memiliki kebutuhan cairan yang lebih spesifik.
Pastikan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukan perubahan asupan cairan yang signifikan.
- Minum air lebih banyak
Menghindari dehidrasi semudah minum lebih banyak cairan. Tentu saja penting untuk tetap terhidrasi pada usia berapa pun, tetapi risiko dehidrasi meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
“Minum air adalah sesuatu yang perlu Anda fokuskan seiring bertambahnya usia,” katanya.
“Biasakan, terutama karena tubuh Anda mungkin tidak mengirimkan pesan bahwa Anda haus,” pungkasnya.***
Ilustrasi - Lansia rentan mengalami dehidrasi.(Pixabay)
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri