Terus Aktif dan Bersyukur Cara Terbaik untuk Mempertahankan Ketajaman Mental Hingga Lanjut Usia


Berita Lansia - Ada beberapa orang yang mampu mempertahankan ketajaman mental mereka hingga usia lanjut, seperti yang terlihat dari kisah Ruth Sweedler (102 tahun) dan Shirley Hodes (106 tahun). 

2024-02-16 14:47:13

Geriatri.id - Penuaan bukan hanya tentang perubahan fisik, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif seseorang.

Menurut penelitian yang dilansir dari Harvard Health Publishing, kemampuan berpikir manusia mencapai puncaknya pada usia 20-an dan kemudian mulai menurun, yang sering kali ditandai dengan penurunan ketajaman mental dan kemampuan otak.

Namun, ada beberapa orang yang mampu mempertahankan ketajaman mental mereka hingga usia lanjut, seperti yang terlihat dari kisah Ruth Sweedler (102 tahun) dan Shirley Hodes (106 tahun). 

Kedua saudari ini tinggal di sebuah rumah pensiun di Connecticut dan menunjukkan ketajaman mental yang luar biasa, jauh melebihi sebagian besar orang seumur mereka.

Baca juga: Tak Ada Alasan Lansia Menunda Olahraga Jalan Kaki, Ini Deretan Manfaatnya

Salah satu rahasia mereka adalah tetap aktif dan terlibat dalam kegiatan. Ruth Sweedler dulu aktif di teater lokal dan berpartisipasi dalam organisasi keagamaan, sementara Shirley Hodes adalah seorang guru yang baru pensiun pada usia 70 tahun dan memiliki minat pada jurnalistik. 

Meskipun mereka tidak lagi bekerja secara aktif, mereka tetap menjaga keaktifan dengan mengeksplorasi minat dan hobi mereka.

Kedua saudari ini juga sangat memahami pentingnya menjaga hubungan dengan orang lain.

Meskipun mereka menghargai hubungan keluarga mereka, mereka juga aktif dalam menjalin pertemanan dan merasa bahwa kepedulian terhadap orang lain adalah kunci utama dalam menjaga koneksi sosial dan kebahagiaan.

Selain itu, mereka juga menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Ruth Sweedler gemar membaca buku dan tetap up-to-date dengan berita, sedangkan Shirley Hodes kembali ke bangku kuliah setelah pensiun untuk terus memperluas wawasannya. 


Mereka berdua terus belajar dan menggali pengetahuan baru, bahkan di usia lanjut mereka.

Selain itu, keduanya juga mengajarkan pentingnya bersyukur dan menghargai hal-hal kecil dalam hidup. 

Baca juga: Bukan Hanya Diidap Lansia, Kenali 8 Penyebab Demensia pada Usia Muda

Terlahir dari keluarga imigran dan menghabiskan masa kecil dalam keterbatasan, mereka memahami nilai pentingnya rasa syukur dan penghargaan terhadap apa yang mereka miliki. Sikap positif ini membantu mereka menjaga kesehatan mental dan menghindari pemikiran negatif yang merugikan.

Kisah inspiratif Ruth Sweedler dan Shirley Hodes membuktikan bahwa dengan tetap aktif, terlibat dengan orang lain, terus belajar, dan bersyukur, dapat menjaga ketajaman mental dan semangat hidup, hingga di usia lanjut.***

Ilustrasi - Lansia aktif cara untuk mempertahankan ketajaman mental.

Video Lansia

 

lansia sehat,mental lansia,lansia bahagia,lansia aktif,berita lansia,lansia online,geriatri,ketajaman mental,kesehatan lansia,tips lansia

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026