Risiko Frailty Pada Lansia Dengan Kekurangan Asupan Protein


Berita Lansia - Jika sistem organ lain terganggu, maka akan terjadi sindrom frailty atau kerentaan

2019-10-29 18:46:44

Oleh: dr. Esthika Dewiasty, Sp.PD

Geriatri.id - Asupan protein sangat penting bagi lansia, mengingat protein adalah salah satu zat gizi penting untuk mencegah penurunan massa otot. Masalahnya, pada lansia, potensi mengalami kekurangan protein sangat tinggi. Lansia umumnya mengalami perubahan fisiologi tubuh yang mengurangi kemampuan mengasup protein 

Perubahan pada saluran cerna misalnya, membuat utilisasi protein yang pada orang dewasa muda bisa mencapai 70%, pada lansia berkurang hingga 50%.

Banyak dari zat protei yang diasup lansia dipakai untuk sumber energi untuk memperbaiki saluran cerna, sehingga untuk fungsi lain hanya mendapatkan separuh dari total asupan protein.

Demikian pula dengan mekanisme penyerapan asam amino yang terganggu pada lansia. Protein untuk bisa diserap sel-sel dalam tubuh membutuhkan bantuan insulin.

Pada orang tua, seringkali sudah terjadi resistensi insulin, khususnya pada kasus sindrom metabolik. 

Sindrom metabolik, pada pria, salah satunya ditandai dengan lingkar pinggang lebih besar 90 cm. Selain itu, penyakit kronik degeratif seperti diabetes, hipertensi, juga bisa menyebabkan resistensi isulin.

Resistensi insulin, pada lansia merupakan bagian dari proses degeneratif juga, pada kasus diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) misalnya, produksi insulin berkurang karena saluran jaringannya sudah resisten atau memang terjadi penurunan fungsi pankreas.

Dampak asupan protein yang kurang, dilihat dari tahapannya, dimulai dari otot menjadi lisut atau pengurangan massa otot.

Otot sangat dibutuhkan untuk melakukan aktifitas, menentukan kemandirian seseorang, berdiri, berjalan, mandi, semua aktivitas menggunakan otot. Ketika massa otot berkurang, otot melemah terjadi keterbatasan fungsi

Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan hanya otot saja yang terpengaruh, tetapi juga sistem organ lain juga. Jika sistem organ lain terganggu, maka akan terjadi sindrom frailty atau kerentaan. Lansia dalam kondisi frailty sangat rentan terhadap stressor fisik dan psikis. Untuk itu, sangat penting menjaga asupan gizi yang cukup bagi lansia agar tidak mengalami frailty atau kerentaan.***

geriatri,lansia,rawat lansia,merawat lansia,frailty,protein,dr estika

ARTIKEL LAINNYA

Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026