Masalah Nutrisi Pada Lansia Dalam Perawatan Paliatif


Berita Lansia - Salah satu masalah yang perlu diwaspadai dalam pasien dalam masa perawatan paliatif adalah malnutrisi

2019-10-26 17:16:27

Oleh: dr. Rensa, SpPD, KGER, FINASIM

Geriatri.id - Perawatan paliatif, atau perawatan pada pasien dengan penyakit yang mengancam nyawa, khususnya pada pasien berusia lanjut memiliki beberapa tujuan. Pertama, berpusat pada upaya meringankan penderitaan dan mencapai kualitas hidup terbaik yang bisa dicapai. 

Kedua, Badan Kesehatan PBB WHO mendefinisikan, perawatan paliatif adalah perawatan total terhadap pasien yang penyakitnya tidak lagi merespons perawatan kuratif. Ketiga, perawatan bersifat interdisiplin. Keempat, perawatan dapat diberikan dari diagnosis hingga akhir hayat pasien.

Perawatan pasien yang tengah menjelang akhir hayatnya, mencakup perawatan yang bersifat dukungan dan perawatan paliatif. Perawatan tersebut juga harus memastikan manajemen rasa sakit dan gejala-gejala yang menyulitkan termasuk menyediakan dukungan kepada pasien dan keluarganya.

Salah satu masalah yang perlu diwaspadai dalam pasien dalam masa perawatan paliatif adalah malnutrisi. Data mengungkapkan kejadian malnutrisi pada pasien lansia dalam perawatan paliatif di rumah sakit bisa mencapai 86%, dimana 39% pasien dipastikan mengalami malnutrisi dan 47% berada dalam risiko mengalami malnutrisi. Hanya 14% dalam perawatan paliatif di rumah sakit yang ternutrisi dengan baik.

Angka kejadian malnutrisi pada pasien dalam perawatan paliatif ini, justru berkurang ketika menjalani perawatan di komunitas dimana kejadian malnutrisinya hanya mencapai 38%, yaitu yang dipastikan mengalami malnutrisi sebesar 6% dan dalam risiko mengalami malnutrisi mencapai 32%. Sedangkan 62% lainnya ternutrisi dengan baik.

Kejadian malnutrisi di rumah sakit atau berisiko mengalami malnutrisi antara 16,7-72,8%. Kunci untuk perawatan yang efektif adalah dengan mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi mengalami malnutrisi sedini mungkin. Satu alat untuk melakukan validasi untuk mendeteksi pasien dengan risiko tinggi malnutrisi yang banyak digunakan di Asia adalah dengan melakukan Malnutrition Screening Tool (MST) dan Mini-Nutritional Assessment full-form.

Malnutrisi pada lansia tidak bisa diukur hanya dengan parameter tunggal. Ada enam karakteristik yang direkomendasikan untuk mengetahui kondisi malnutrisi pada lansia:

  • asupan energi yang tidak mencukupi
  • kehilangan berat badan
  • kehilangan massa otot
  • kehilangan lemak subkutan
  • penumpukan atau akumulasi cairan yang terkadang menyamarkan terjadinya kehilangan berat badan
  • berkurangnya fungsi tubuh yang diukur dengan kekuatan genggaman tangan  

geriatri,merawat lansia,rawat lansia,perawatan paliatif,dr rensa

ARTIKEL LAINNYA

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026