
Geriatri.id - Catatan genetik mennjukkan sedikitnya lima penyakit menular yang menyerang manusia berasal dari zaman kuno. Kelima penyakit menular itu adalah malaria, tuberculosis, rabies kusta dan trakhoma.
Namun analisis genetik tidak menjelaskan bagaimana orang-orang zaman dahulu memahami penyakit yang membuat mereka sakit dan membunuh mereka. Atau bagaimana mereka mencoba untuk meringankan atau mengatasi gejalanya.
Penyakit yang dirujuk dalam teks kedokteran tertua di dunia terkadang sulit diidentifikasi – daftar gejala yang sistematis dan ilmiah tidak selalu tersedia; gambaran klinis secara obyektif mungkin dikaburkan asumsi-asumsi.
Namun terkadang, diagnosisnya meleset, penyakitnya dapat dikenali dari ciri-cirinya masih familiar.
Penyaklit kusta, misalnya. Penyakit menular kronis ini disebabkan Mycobacterium leprae, bakteri yang tumbuh dan menyebar dengan lambat.
Kusta menyerang kulit dan saraf, mata, dan mukosa saluran pernapasan bagian atas.
Mitos yang berkembang, kusta hanya menyerang kelompok lankit usia (lansia). Padahal faktanya, penyekit ini dapat menyerang semua kelompok umur.
Baca juga: 7 Makanan yang Tak Hanya Bikin Sehat Tapi Juga Panjang Umur
Sejak tahun 1980-an, infeksi ini telah disembuhkan dengan terapi multi-obat (MDT) selama setahun.
Namun jika deteksi dan pengobatan tertunda, kerusakan saraf dan cacat lain akibat infeksi mungkin bersifat permanen – dan bahkan progresif.
Ketika saraf telah rusak dan anggota tubuh mati rasa, penderitanya tetap rentan terhadap cedera baru. Jika ini tidak dirasakan, dapat menyebabkan infeksi parah.
Pada tahun 2020, 7.198 dari 127.558 pasien kusta baru di dunia telah berkembang menjadi cacat permanen parah sebelum mereka diidentifikasi dan diobati.
Meski pemindahan paksa ke ‘koloni penderita kusta’ merupakan strategi kesehatan masyarakat dari masa lalu yang kejam, penyakit kusta masih merupakan diagnosis sarat dengan stigma sosial mendalam dan terisolasi.
Penyakit kusta direferensikan dalam gulungan Mesir dan teks Weda India sejak tahun 1550 SM.
Namun beberapa ahli menganggap gambaran klinis pertama dari infeksi kronis ini berasal dari Sushruta Samhita, sebuah risalah Sansekerta tentang pengobatan dan pembedahan mungkin dari tahun 600 SM (walaupun ada banyak ketidaksepakatan tentang asal usul temporal).
Itu adalah 'maha kushtha,' atau penyakit kulit parah, ditandai dengan bercak berwarna merah terang, mati rasa, cacat pada anggota tubuh, nanah pada bagian yang terkena, jari-jari terlepas, hidung tenggelam.
Jauh sebelum teori kuman merevolusi cara memahami penularan, penulis bernama Suśruta memahami penyakit termasuk kusta dapat menular melalui jarak dekat.
“Kusta, demam, konsumsi, penyakit mata, dan penyakit menular lainnya menyebar dari satu orang ke orang lain melalui cara yang sama. Hubungan seksual, kontak fisik, makan bersama, tidur bersama, duduk bersama, dan penggunaan pakaian, karangan bunga, dan tempelan yang sama.”
Namun hal ini juga digambarkan sebagai semacam kunjungan karma, sebuah hukuman.
“Dikatakan bahwa tindakan membunuh seorang Brahmana, seorang wanita, atau seorang bangsawan dan merampas uang orang lain dan lain-lain bertanggung jawab atas penyakit kusta, penyakit yang lahir dari dosa.”
"Kelahiran kembali bukanlah sebuah jalan keluar: penderita kusta akan menderita lagi di kehidupan berikutnya, " tulis Suśruta.
Baca juga: Penting! 10 Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Lansia
Pada sekitar tahun 78 M (garis waktunya masih diperdebatkan), tabib Kaisar, Charaka menghasilkan karya besarnya, Charaka Samhita.
Dalam teks kedokteran hebat ini, tujuh jenis kusta diidentifikasi, dan hanya satu yang tidak dapat disembuhkan.
Penjelasan etiologi Charaka tidak terlalu bersifat metafisik.
Obat yang pertama kali yang masuk dalam catatan sejarah melalui Ayurveda Susruta (100-900 M) dan masih direkomendasikan praktisi tradisional India yaitu minyak biji Tuvarka, baik dikonsumsi atau dioleskan ke bagian terkena kusta.***
Ilustrasi - Penyakit kusta tidak hanya menyerang lansia saja.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri