Polusi Udara Tingkatkan Risiko Prostat dan Kanker Kolorektal pada Lansia


Berita Lansia - Sebuah studi baru menemukan paparan polusi udara secara teratur dapat meningkatkan risiko lanjut usia (lansia) terkena kanker kolorektal dan prostat. 

2024-01-25 13:14:00

Geriatri.id - Sebuah studi baru menemukan paparan polusi udara secara teratur dapat meningkatkan risiko lanjut usia (lansia) terkena kanker kolorektal dan prostat. 

Polusi udara bukan masalah baru. Sekitar 36% penduduk Amerika tinggal di wilayah dengan tingkat ozon atau polusi partikel yang buruk.

Kualitas udara yang buruk sebagian besar dikaitkan dengan kesehatan pernapasan, serta peningkatan risiko kanker.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam Environmental Epidemiology, menemukan paparan berulang terhadap polutan udara PM2.5 dan NO2 meningkatkan risiko pengembangan kanker kolorektal dan prostat.

Baca juga: 7 Makanan yang Tak Hanya Bikin Sehat Tapi Juga Panjang Umur

Para peneliti juga menemukan tingkat paparan polusi udara yang rendah sekalipun dapat membuat orang lebih mungkin terkena kanker ini, begitu juga dengan kanker payudara dan kanker endometrium.

“Temuan terbesarnya adalah polusi udara dapat menyebabkan berbagai jenis kanker selain kanker paru-paru,” ujar Yaguang Wei, peneliti di Departemen Kesehatan Lingkungan di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Wei mencatat hubungan ini ditemukan bahkan di wilayah dengan tingkat polusi udara di bawah standar nasional dan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Para peneliti mengamati data dari tahun 2000 hingga 2016 mengenai penerima manfaat Medicare nasional yang berusia 65 tahun atau lebih. 

Peserta tidak didiagnosis menderita kanker setidaknya selama 10 tahun pertama penelitian.

Mereka memeriksa peserta yang mengidap kanker payudara, kolorektal, endometrium, dan prostat, dan menganalisis risiko kanker terkait dengan polutan udara.

Hasil penelitian menunjukkan paparan PM2.5 dan NO2 kronis meningkatkan risiko berkembangnya kanker kolorektal dan prostat. Paparan NO2 dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.


Korelasi antara polusi dan kanker

Meski polusi diketahui merupakan salah satu faktor penyebab kanker paru-paru, studi baru ini menegaskan polusi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan lainnya.

Menurut Thomas Dailey, MD, ahli pengobatan paru dan perawatan di Kaiser Permanente, California Utara dan Ketua Distrik Manajemen Kualitas Udara Bay Area, menghirup bahan partikel halus menyebabkan iritasi yang ini meluas ke area kesehatan lain selain paru-paru. 

Penelitian juga menunjukkan kanker payudara, hati, dan pankreas dapat disebabkan polusi udara dan kualitas udara yang buruk.

Baca juga: Penting! 10 Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Lansia

“Salah satu alasannya bahan partikulat ultrahalus masuk ke aliran darah dan tidak dihentikan hanya oleh paru-paru -bahan tersebut melewati banyak organ utama,” kata Dailey. 

“Selain kanker, kita juga melihat peningkatan serangan jantung dan stroke di Unit Gawat Darurat. pada hari-hari dengan kualitas udara yang buruk," pungkasnya.***

Ilustrasi - Polusi udara meningkatkan risiko kanker pada lansia.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026