Cara Mengontrol Kadar Gula pada Lansia yang Kerap Jadi Pemicu Beragam Penyakit


Berita Lansia - Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia) pada lansia dapat mengakibatkan pingsan, masalah pada daya ingat, bahkan berpotensi menyebabkan kematian. 

2024-01-23 19:53:01

Geriatri.id - Penting untuk memerhatikan kadar gula darah pada lansia dengan lebih teliti, mengingat pada usia mereka yang sudah tidak muda, pemantauan ini bisa menjadi lebih sulit. 

Kondisi ini dapat menyebabkan masalah jika tidak rutin diperiksa, terutama terkait risiko penurunan kadar gula.

Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia) pada lansia dapat mengakibatkan pingsan, masalah pada daya ingat, bahkan berpotensi menyebabkan kematian. 

Sebaliknya, tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) dapat menimbulkan komplikasi pada organ-organ seperti ginjal, mata, saraf, dan jantung.

Baca juga: Ramah Lansia, Cek Jadwal Pemberangkatan Kloter I Jemaah Haji 2024

Dilansir dari Home Care Assistance, disarankan agar lansia mengonsumsi karbohidrat secara seimbang, karena hal ini dapat mempengaruhi regulasi kadar gula darah. 

Proses ini melibatkan pelepasan insulin dari pankreas sebagai respons terhadap konsumsi karbohidrat, memungkinkan sel untuk menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi.

Lansia yang mengalami hipoglikemia mungkin telah melepaskan terlalu banyak insulin atau terlalu lama tidak makan. 

Kondisi itu dapat menyebabkan kekurangan energi dalam tubuh, yang dapat berakibat fatal. Kadar gula darah di bawah 70 mg/dL dianggap sebagai kondisi hipoglikemik.

Baca juga: Awas! Paparan Cahaya Saat Tidur Bisa Sebabkan Lansia Alami Diabestes dan Penyakit Kardiovaskular

Oleh karena itu, kadar gula darah yang dianggap normal bagi lansia berada dalam rentang 70 hingga 130 mg/dL sebelum makan. Pendamping perlu memerhatikan asupan makanan dan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Lansia dengan masalah hipoglikemia atau hiperglikemia perlu secara teratur memantau kadar gula darahnya menggunakan alat medis yang dapat digunakan di rumah sebagai bagian dari perawatan.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kadar gula darah lansia tetap sehat:


1. Sarapan sehat yang mengandung serat dan protein sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu jam setelah bangun tidur untuk mencegah hipoglikemia.

2. Pemilihan makanan yang mengandung lemak, protein, dan serat sehat setiap kali makan dapat melambatkan proses pencernaan, mengontrol jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam aliran darah, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

3. Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu membakar gula darah ekstra.

4. Mengonsumsi banyak air dan menghindari minuman manis seperti soda, minuman olahraga, dan jus karena dapat meningkatkan kenaikan kadar gula darah secara cepat.

Foto Ilustrasi: Lansia sedang melakukan pengecekan kadar gula darah. (Pixabay)

 

Video Lansia Online

 

lansia sehat,tips lansia,kesehatan lansia,lansia online,berita lansia,geriatri,merawat lansia,gula lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

Pendamping Lansia Agar Selalu Memperhatikan Kesehatan Diri Juga

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026